Muncul Pengumuman Trump Mundur per 11 Januari, Situs Kemenlu AS "Down"

Kompas.com - 12/01/2021, 16:46 WIB
Dalam foto file Kamis 18 Juni 2020 ini, Presiden Donald Trump melihat ponselnya selama pertemuan meja bundar dengan para gubernur tentang pembukaan kembali bisnis kecil Amerika, di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington. AP/Alex BrandonDalam foto file Kamis 18 Juni 2020 ini, Presiden Donald Trump melihat ponselnya selama pertemuan meja bundar dengan para gubernur tentang pembukaan kembali bisnis kecil Amerika, di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Situs Kementerian Luar Negeri AS dilaporkan down setelah muncul unggahan yang mencatatkan Presiden Donald Trump mundur per 11 Januari lalu.

Dalam unggahan di situs itu, muncul pemberitahuan bahwa si presiden sudah meletakkan jabatan pada 11 Januari 2021 pukul 19.48.41.

Unggahan itu muncul empat jam lebih awal berdasarkan Zona Waktu Timur AS, dan menimbulkan perbincangan di dunia maya.

Baca juga: Kemenlu AS Umumkan Trump Sudah Mundur sebagai Presiden pada Senin 11 Januari

Dilansir Sky News, tak lama setelah itu muncul pemberitahuan bahwa situs Kemenlu AS mengalami masalah teknis sehingga down.

Kabar pun berkembang bahwa si pengunggah pengumuman Presiden Trump mundur adalah pegawai kementerian yang "tidak puas".

Dua sumber mengungkapkan kepada Associated Press bahwa kementerian tengah melakukan penyelidikan atas insiden yang membuat heboh itu.

Sementara mereka menuturkan bahwa ulah si pegawai yang "tidak puas" tak boleh dikesampingkan, mereka saat ini belum menemukan kesimpulan apa pun.

Selain Trump, unggahan serupa juga muncul di laman Wakil Presiden Mike Pence, yang disebutkan dia juga mundur pada 11 Januari.

Unggahan itu sempat muncul selama 30 menit, sebelum berganti tulisan, "Kami minta maaf, saat ini situs mengalami kesulitan teknis. Silakan coba beberapa saat lagi."

Tangkapan layar dari pengumuman di situs web Kementerian Luar Negeri AS, tentang selesainya masa jabatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 11 Januari 2021 pukul 19.40 waktu setempat. Tak lama kemudian keterangan ini dihapus, dan diduga akibat peretasan atau kesalahan teknis.STATE.GOV via CNN Tangkapan layar dari pengumuman di situs web Kementerian Luar Negeri AS, tentang selesainya masa jabatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 11 Januari 2021 pukul 19.40 waktu setempat. Tak lama kemudian keterangan ini dihapus, dan diduga akibat peretasan atau kesalahan teknis.

Baca juga: Trump Ditinggal Sekutunya Lagi, Kini Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Mundur

Insiden ini muncul setelah Trump dihujat atas kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, 6 Januari lalu.

Halaman:

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X