Joe Biden Diminta Tanggapi Pengumuman Kim Jong Un dengan Serius

Kompas.com - 12/01/2021, 15:23 WIB
Seorang pria menonton televisi yang menayangkan berita mengenai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat hadir dalam Kongres Partai Buruh edisi kedelapan di Pyongyang, pada 6 Januari 2021. AFP PHOTO/JUNG YEON-JESeorang pria menonton televisi yang menayangkan berita mengenai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat hadir dalam Kongres Partai Buruh edisi kedelapan di Pyongyang, pada 6 Januari 2021.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pakar menyebut, presiden terpilih AS Joe Biden diminta untuk menanggapi serius Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Pendapat itu disampaikan setelah Kim menyerukan adanya penguatan di sektor militer sebagai "kado ulang tahunnya".

Kim yang diyakini berusia 37 tahun pada 8 Januari itu sudah mengumumkan sederet senjata baru yang ingin dikembangkannya.

Baca juga: Saat Kim Jong Un Naik Jabatan, Nama Kim Yo Jong Hilang dari Anggota Partai, Ada Apa?

Di antara senjata yang diminta adalah rudal jarak jauh super akurat, hulu ledak super besar, hingga satelit pengintai.

Rencana militer yang disampaikan dalam kongres Partai Buruh itu dianggap pakar sebagai ancaman sekaligus tantangan bagi Biden.

Ankit Panda, penulis buku Kim Jong-un and the Bomb meminta pemerintah AS selanjutnya bisa menangkal bahaya yang mungkin terjadi.

"Pengumuman Kim ini tak diragukan lagi ditujukan kepada pemerintah AS yang baru," ujar Panda seperti dikutip BBC Senin (11/1/2021).

Dia menuturkan jika Biden tak segera bertindak, Korea Utara bakal meningkatkan persenjataannya yang bisa mengancam AS dan Korea Selatan.

Sejak memutuskan membuka diri bagi dunia luar, Kim Jong Un sudah tiga kali bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Baca juga: Kim Jong Un Naik Jabatan di Partai, Ini Posisinya Sekarang...

Namun dari tiga pertemuan tersebut, keduanya tidak mencapai kata sepakat dalam melaksanakan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Global
Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Global
Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Gempa di Malang Indonesia Disorot Media Asing

Global
Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Berduka Atas Pangeran Philip, Warga Inggris Kirim Karangan Bunga dari Seluruh Negeri

Global
Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Biksu Paling Kesepian di Dunia Tinggal Sendiri di Kuil Tengah Danau 100 mil dari Peradaban

Global
Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Sosok Pangeran Philip untuk Putri Diana Saat Hadapi Masa Sulit Pernikahan dengan Pangeran Charles

Global
Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Seekor Simpanse Mati Misterius, Kebun Binatang Sydney Tutup Sementara

Global
Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja

Global
Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Duta Besar Myanmar Desak Larangan Terbang, Embargo Senjata hingga Sanksi Dikeluarkkan PBB

Global
Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Menlu Retno: Inggris Dukung ASEAN Dorong Resolusi Krisis di Myanmar

Global
Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Pria Ini Masturbasi di LRT, Korban Baru Dibantu Usai Viral

Global
komentar
Close Ads X