Otoritas Palestina Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Sputnik V Buatan Rusia

Kompas.com - 12/01/2021, 09:30 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (shutterstock). Kompas.COM/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi Vaksin Covid-19 (shutterstock).

RAMALLAH, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Palestina telah menyetujui vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk digunakan di wilayah yang mereka perintahkan sendiri, menurut keterangan Russian Wealth Fund, Senin (11/1/2021).

Melansir Asharq Al Awsat, pengiriman vaksin pertama diharapkan akan tiba bulan depan dengan semua pengiriman diharapkan datang pada kuartal pertama tahun ini, menurut Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

RDIF bertanggung jawab dalam urusan pemasaran vaksin di luar negeri.

Baca juga: Belarusia dan Argentina Mulai Vaksinasi Covid-19 dengan Sputnik V Produksi Rusia

Di luar Rusia, di mana pihak berwenang mengatakan lebih dari satu juta orang sekarang telah diinokulasi dengan Sputnik V, vaksin itu juga telah disetujui untuk penggunaan darurat oleh regulator lokal di Aljazair, Argentina, Bolivia, dan Serbia.

RDIF tidak mengungkapkan berapa banyak dosis yang akan dikirim ke Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat di bawah kesepakatan perdamaian sementara dengan Israel.

Akan tetapi mereka mengatakan bahwa pasokan vaksin akan difasilitasi oleh mitra manufaktur di India, China, Korea Selatan, dan di tempat lainnya.

Baca juga: Menkes Rusia Sebut Vaksin Sputnik V Aman untuk Lansia 60 Tahun ke Atas

Pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa kesepakatan ekspor Sputnik V hanya akan melibatkan dosis yang diproduksi oleh mitra manufaktur tersebut di luar negeri, dengan vaksin buatan Rusia terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

Oleh karenanya, pengiriman vaksin dalam jumlah besar ke Argentina menyebabkan protes di Rusia, dengan para kritikus mempertanyakan kenapa ekspor lebih diutamakan ketimbang memenuhi kebutuhan domestik.

Baca juga: Update Corona Dunia 28 Desember: 81 Juta Kasus | Putin Segera Disuntik Sputnik V

Otoritas Palestina mengatakan pada Minggu bahwa pihak mereka mengharapkan menerima dosis vaksin Covid-19 pertama dari pembuat obat Inggris AstraZeneca pada Maret, dan menuduh Israel melalaikan kewajiban mereka untuk memastikan vaksin tersedia di wilayah pendudukan.

Sementara Israel telah memimpin dalam urusan vaksinasi per kapita, warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel dan di Jalur Gaza, di mana kelompok Hamas berkuasa, belum mendapatkan pasokan vaksin pertama mereka.

Baca juga: Korea Utara Dikabarkan Beli Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Global
China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

China Bantah Wajibkan Diplomat AS Dites Swab Anal

Global
PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

PM Armenia Tuding Militer Berusaha Melakukan Kudeta Menggulingkan Dirinya

Global
komentar
Close Ads X