Pemerintahan Trump Kembalikan Kuba dalam Daftar Negara Pendukung Terorisme

Kompas.com - 12/01/2021, 09:09 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). via CNNPresiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Donald Trump pada Senin (11/1/2021) mengumumkan bahwa Kuba kembali masuk ke dalam daftar AS sebagai negara pendukung terorisme.

Melansir Reuters pada Selasa (12/1/2021), langkah tersebut disebut sebagai upaya mempersulit pemerintahan Joe Biden yang akan dilantik pada 20 Januari, untuk menghidupkan kembali detente era Obama dengan Havana.

Bersisa 9 hari sebelum Presiden Republikan, Donald Trump melepaskan jabatannya, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyampaikan kebijakan tersebut.

Kuba dimasukan kembali ke dalam daftar karena "berulang kali memberikan dukungan terhadap aksi terorisme internasional" dengan menyembunyikan buronan AS dan para pemimimpin Kolombia yang bermasalah.

Baca juga: Begitu Ingin Menyingkirkan Trump, Ketua DPR AS: Dia adalah Ancaman

Pompeo juga mengutip dukungan keamanan Kuba yang diperintah Komunis untuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang katanya telah pemimpin sosialis itu untuk mempertahankan kekuasaannya dan menciptakan "lingkungan yang permisif untuk teroris internasional hidup dan berkembang di Venezuela".

"Dengan langkah ini, kami sekali lagi akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Kuba dan mengirimkan pesan yang jelas bahwa rezim (Fidel) Castro harus mengakhiri dukungan terorisme internasional dan subversi keadilan AS," ujar Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Mengembalikan Kuba ke daftar dapat diartikan kemunduran lebih lanjut dari detente yang diatur oleh mantan Presiden Demokrat Barack Obama di antara musuh-musuh lama Perang Dingin.

Baca juga: Seorang Polisi Meninggal 3 Hari Setelah Demo Pendukung Trump di Capitol, Diduga Bunuh Diri

Keputusan Obama untuk secara resmi menghapus Kuba dari daftar terorisme pada 2015 merupakan langkah penting untuk memulihkan hubungan diplomatik saat itu.

Sementara, keputusan pemerintahan Trump tersebut menyusul peninjauan hukum selama berbulan-bulan, dengan beberapa pakar administrasi mempertanyakan kebijakan itu, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, berbicara dengan syarat anonim.

Trump telah menekan Kuba sejak dia berkuasa pada 2017, mengetatkan pembatasan perjalanan AS dan pengiriman uang ke Kuba, serta memaksa sanksi terhadap pengiriman minyak Venezuela ke negara itu.

Baca juga: Ketahuan Ikut Unjuk Rasa Sambil Bawa Kartu Pegawai, Pendukung Trump Ini Dipecat

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X