Khawatir soal Penggunaan Kode Nuklir, Ketua DPR AS Hubungi Panglima Militer

Kompas.com - 11/01/2021, 15:53 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi (D-CA) memegang palu saat memimpin Dewan Perwakilan AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di House Chamber of the U.S. Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu. ANTARA FOTO/REUTERS/JONATHAN ERNKetua Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi (D-CA) memegang palu saat memimpin Dewan Perwakilan AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di House Chamber of the U.S. Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (18/12/2019). Donald Trump resmi menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan setelah dalam sidang paripurna yang digelar 18 Desember malam waktu setempat, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi telah berbicara dengan Panglima Tertinggi Militer AS terkait keamanan kode nuklir AS.

Dia meminta agar tindakan pencegahan bisa digunakan, untuk memastikan Presiden AS Donald Trump tidak memulai permusuhan atau memerintahkan serangan nuklir. Meski sisa jabatannya kurang dari 10 hari.

Melansir Al Jazeera pada Jumat (8/1/2021), perkembangan luar biasa terjadi dua hari setelah Trump mendorong ribuan pendukungnya bergerak ke Gedung Capitol di Washington DC.

Aksi yang berujung pada pembobolan gedung parlemen itu, membuat para legislator harus bersembunyi di dalam gedung. Lima orang juga menjadi korban dalam insiden tersebut, termasuk seorang petugas polisi.

Baca juga: Kejar Polisi saat Kerusuhan Gedung Capitol, Pria Ini Berhasil Ditangkap

Panglima Tertinggi Militer AS, Mark Milley diminta menyediakan tindakan pencegahan terhadap kebijakan Presiden AS, yang dinilai “tidak stabil”.

Dikhawatirkan, Trump di pengujung masa jabatannya dapat memicu permusuhan militer, atau mengakses kode peluncuran dan memerintahkan serangan nuklir.

"Situasi presiden yang tidak terkendali ini sangat berbahaya. Kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi rakyat Amerika dari serangannya yang tidak seimbang terhadap negara kami dan demokrasi kami," tulis Pelosi dalam suratnya.

Pelosi mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia telah mendapat jaminan dari Jenderal Angkatan Darat Milley, ketua Kepala Staf Gabungan.

Panglima Tertinggi Militer AS itu, menyatakan sudah ada pengamanan jika Trump mencoba meluncurkan senjata nuklir, menurut sebuah sumber yang mendengarkan panggilan tersebut.

Baca juga: Trump Berniat Kerahkan Tentara untuk Lindungi Pendukung Saat Demo di Capitol

Presiden AS memiliki akses ke kode yang diperlukan untuk menembakkan senjata nuklir 24 jam sehari. Namun belum ada pejabat tinggi militer atau keamanan nasional yang mengungkapkan keprihatinannya secara terbuka tentang kondisi mental Trump terkait senjata nuklir.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X