Kompas.com - 11/01/2021, 13:23 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika bertepuk tangan saat memberikan pidato dalam parade militer merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, 10 Oktober 2020. AFP/KCNA VIA KNS/STRPemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika bertepuk tangan saat memberikan pidato dalam parade militer merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, 10 Oktober 2020.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un naik jabatan di partainya, dari ketua menjadi sekretaris jenderal (sekjen).

Promosi yang dilaporkan media pemerintah Korut KCNA pada Senin (11/1/2021) itu, membuat Kim Jong Un kini memegang posisi mendiang ayahnya.

Menurut para analis, kenaikan jabatan itu bertujuan memperkuat otoritasnya, karena ekonomi Korea Utara sedang bergulat dengan lockdown virus corona.

Baca juga: Kim Jong Un Janji Tambah Senjata Nuklir demi Perangi Kebencian AS

Lima tahun lalu Kongres dari Partai Buruh secara resmi memilih Kim Jong Un sebagai ketua.

Sebagian besar orang memandang penobatan itu sebagai pengangkatan resmi menjadi pemimpin, untuk Kim Jong Un yang kala itu berusia awal 30-an.

Kemudian pada Minggu (10/1/2021) Kongres dengan suara bulat menetapkan Kim Jong Un sebagai sekjen partai, lapor kantor berita KCNA yang dikutip AFP.

"Semua delegasi menyatakan dukungan penuh dengan tepuk tangan meriah dan kegembiraan yang luar biasa," tulisnya.

Baca juga: Kim Jong Un Terang-terangan Menyebut AS Musuh Terbesar Korea Utara

Kenaikan jabatan ini terjadi setelah kakak Kim Yo Jong itu berjanji memperkuat armada militer negara yang bersenjata nuklir tersebut.

Ia juga mengakui bahwa hampir semua sektor gagal mencapai tujuan dari rencana ekonomi negara.

Korea Utara kini semakin terisolasi karena menutup perbatasannya sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19, yang pertama kali muncul di China, negara tetangga serta sekutu mereka.

"Ini cara tidak langsung lainnya untuk mengakui bahwa rencana yang diumumkan pada 2016 - termasuk sistem ketua baru - tidak sepenuhnya berhasil," kata Ahn Chan-il dari World Institute for North Korea Studies di Seoul, Korea Selatan.

"Kim ingin menciptakan citra baru untuk dirinya dan rezimnya - yang berbeda dari ayahnya - dengan menjadi 'ketua', tapi sepertinya dia merasa perlu mengikuti jejak ayahnya guna mengkonsolidasikan kepemimpinannya dalam masa sulit ini."

Baca juga: Kim Jong Un Bahas Pembaruan Hubungan dengan Korea Selatan

Ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, adalah Sekretaris Jenderal Abadi partai itu sejak kematiannya pada 2011, sedangkan kakeknya, Kim Il Sung yang juga pendiri Korut, adalah Presiden Abadi negara itu meski meninggal pada 1994.

Kongres juga menetapkan biro politik baru, tetapi tidak ada nama Kim Yo Jong di dalamnya.

Adik Kim Jong Un itu tampaknya turun jabatan, tidak muncul dalam daftar orang-orang yang diangkat di komite pusat partai, karena sebelumnya adalah anggota pengganti.

Baca juga: Saat Kim Jong Un Naik Jabatan, Nama Kim Yo Jong Hilang dari Anggota Partai, Ada Apa?


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
komentar
Close Ads X