Biden Tak Mau Ikut Campur soal Pemakzulan Trump, Serahkan Putusan ke Kongres

Kompas.com - 09/01/2021, 14:33 WIB
Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden memberi komentar mengenai protes yang terjadi di dalam dan di sekiat US Capitol di Washington saat Kongres Amerika Serikat mengadakan sesi gabungan untuk mengesahkan hasil pemilihan 2020, dalam sebuah konferensi pers di kantor transisi di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/KEVIN LAMARQPresiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden memberi komentar mengenai protes yang terjadi di dalam dan di sekiat US Capitol di Washington saat Kongres Amerika Serikat mengadakan sesi gabungan untuk mengesahkan hasil pemilihan 2020, dalam sebuah konferensi pers di kantor transisi di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (8/1/2021) mengindikasi kuat, dia tidak mau ikut campur soal urusan pemakzulan Donald Trump.

Politisi Demokrat itu berkata, cara tercepat untuk melengserkan Trump adalah menunggu transisi selesai dua minggu ke depan.

"Cara tercepatnya adalah kami dilantik pada tanggal 20," kata Biden merujuk pada pelantikannya 20 Januari mendatang.

Baca juga: Biden Salahkan Trump atas Kerusuhan di Capitol Hill, Sebut Para Anarkis Teroris Domestik

"Apa yang akan terjadi sebelum atau sesudahnya, keputusan itu akan dibuat oleh Kongres. Tapi itulah yang saya nantikan: dia meninggalkan jabatannya," lanjut Biden dikutip dari AFP.

Biden berbicara di hadapan wartawan di kampung halamannya, Wilmington, dua hari setelah kerusuhan Gedung Capitol oleh massa pro-Trump.

Para petinggi Demokrat di Kongres sedang mencoba memakzulkan Trump lagi dari masa kepresidenannya.

Baca juga: 5 Prediksi Nasib Trump di Gedung Putih 11 Hari Jelang Lengser

Sejauh ini baru ada sedikit dukungan dari kalangan Republik, meski mereka juga mengecam keras perilaku Trump.

Ini adalah reaksi pertama Biden tentang agenda pemakzulan Trump, atau wacana pengaktifkan Amendemen Ke-25 oleh Wakil Presiden Mike Pence guna mendepak Trump sebelum masa jabatannya berakhir.

Diwartakan AFP, keengganan Biden ikut campur soal pemakzulan Trump menandakan dirinya tak ingin memecah-belah rakyat AS.

Baca juga: Apa Itu Amendemen Ke-25 AS dan Bisakah untuk Pemakzulan Trump Lagi?

"Kami akan melakukan tugas kami dan Kongres dapat memutuskan bagaimana selanjutnya," ucap Biden.

"Usulan untuk mengeluarkannya dari kantor kemarin bukan masalah. Pertanyaannya adalah apa yang terjadi dengan 14 hari tersisa, 13 hari lagi?"

Baca juga: 5 Twit Paling Kontroversial Donald Trump Selama Jadi Presiden AS


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Ini, AS-China Sepakat Perangi Perubahan Iklim

Kali Ini, AS-China Sepakat Perangi Perubahan Iklim

Global
Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Global
Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Global
Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
komentar
Close Ads X