Buntut Kerusuhan Capitol Hill, Serikat Pramugari Ingin Pendukung Trump Dilarang Naik Pesawat

Kompas.com - 08/01/2021, 14:36 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Serikat pramugari di Amerika Serikat (AS) menginginkan agar massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilarang naik pesawat.

Usulan tersebut merupakan buntut dari kerusuhan di Capitol Hill, Washington DC, pada Rabu (6/1/2021).

Tak cukup sampai di situ, para pengunjuk rasa juga membuat penerbangan ke Washington DC menjadi kacau sebelum aksi di Capitol Hill pecah sebagaimana dilansir dari Fox News.

Presiden Association of Flight Attendants-CWA Sara Nelson mengatakan, para pengunjuk rasa pro-Trump yang meninggalkan Washington DC harus dilarang terbang dengan pesawat komersial.

Baca juga: Kerusuhan Capitol Hill, 1 Polisi Tewas Usai Bentrok dengan Massa

Association of Flight Attendants-CWA adalah serikat pramugari yang beranggotakan pramugari dari berbagai maskapai penerbangan seperti United Airlines, Alaska Airlines, dan Spirit Airlines.

Melalui pernyataan yang dirilis pada Rabu, dia mengkritik perilaku demonstran di Capitol
Hill.

"Perilaku massa yang terjadi di beberapa penerbangan ke daerah Washington DC kemarin tidak dapat diterima dan mengancam keselamatan dan keamanan setiap orang di dalamnya," kata Nelson.

Dia menambahkan kepulangan demonstran dari Washingtin DC justru akan lebih menciptakan kekhawatiran lebih lanjut.

Baca juga: Trump Lampiaskan Amarah kepada Mike Pence Ketika Makin Tersudut Usai Demo di Gedung Capitol

"Tindakan melawan demokrasi kita, pemerintah kita, dan kebebasan yang kita klaim sebagai orang Amerika harus mendiskualifikasi individu-individu ini dari kebebasan terbang," tambahnya.

Pada Rabu, massa pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol untuk mengganggu Kongres AS mengesahkan suara Electoral College.

Aksi tersebut membuat persidangan Kongres AS tertunda, memaksa anggota parlemen untuk mengungsi, dan menunda konfirmasi kemenangan Presiden AS terpilih Joe Biden.

Ada banyak pengunjuk rasa berhasil memasuki gedung setelah menerobos jendela Gedung Capitol, hingga akhirnya pasukan Garda Nasional diterjunkan ke Washington DC.

Baca juga: Kenapa Gedung Capitol AS Bisa Dijebol Massa? Begini Penjelasan Polisi...

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Petugas Medis Texas yang Putrinya jadi Korban Penembakan, Mayat Putrinya Ditemukan saat Bantu Anak Lain

Kisah Petugas Medis Texas yang Putrinya jadi Korban Penembakan, Mayat Putrinya Ditemukan saat Bantu Anak Lain

Global
Afghanistan Diguncang 4 Bom, Sedikitnya 16 Orang Tewas

Afghanistan Diguncang 4 Bom, Sedikitnya 16 Orang Tewas

Global
Pesawatnya Ditembak Rudal Stinger, Jenderal Rusia Tewas di Ukraina

Pesawatnya Ditembak Rudal Stinger, Jenderal Rusia Tewas di Ukraina

Global
Ember Plastik Biasa Dijual di Amazon Seharga Rp 4,8 Juta, Warganet: Ember Bisa Ubah Air jadi Anggur

Ember Plastik Biasa Dijual di Amazon Seharga Rp 4,8 Juta, Warganet: Ember Bisa Ubah Air jadi Anggur

Global
Pria Jepang Habiskan Rp 230 Juta demi 'Berubah' jadi Anjing

Pria Jepang Habiskan Rp 230 Juta demi "Berubah" jadi Anjing

Global
Kisah Pahlawan Cilik dalam Penembakan SD di Texas, Gadis 10 Tahun Telepon 911 untuk Minta Bantuan, tetapi Ditembak

Kisah Pahlawan Cilik dalam Penembakan SD di Texas, Gadis 10 Tahun Telepon 911 untuk Minta Bantuan, tetapi Ditembak

Global
Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya sekaligus Sekutu Putin Siap Serang Polandia

Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya sekaligus Sekutu Putin Siap Serang Polandia

Global
Biden Teken Perintah Terbaru dalam Peringatan 2 Tahun Kematian George Floyd

Biden Teken Perintah Terbaru dalam Peringatan 2 Tahun Kematian George Floyd

Global
Setelah Sebulan Lebih Terjebak, Empat Penambang Burkina Faso yang Hilang Ditemukan

Setelah Sebulan Lebih Terjebak, Empat Penambang Burkina Faso yang Hilang Ditemukan

Global
7 dari 10 Penembakan Sekolah AS Dilakukan Anak di Bawah 18 Tahun, Pelaku Termuda Berusia 6 Tahun

7 dari 10 Penembakan Sekolah AS Dilakukan Anak di Bawah 18 Tahun, Pelaku Termuda Berusia 6 Tahun

Global
Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Yasin Malik: Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Seumur Hidup di Penjara India

Global
Anak-anak SD Texas Pasca-Insiden Penembakan: Kami Sangat Takut

Anak-anak SD Texas Pasca-Insiden Penembakan: Kami Sangat Takut

Global
Diapit Keluarga, Ferdinand Marcos Jr Resmi Proklamirkan Diri sebagai Presiden Filipina

Diapit Keluarga, Ferdinand Marcos Jr Resmi Proklamirkan Diri sebagai Presiden Filipina

Global
Turki Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Israel, Sebut Justru Bisa Lebih Bantu Palestina

Turki Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Israel, Sebut Justru Bisa Lebih Bantu Palestina

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.