Kerusuhan Capitol Hill, 1 Polisi Tewas Usai Bentrok dengan Massa

Kompas.com - 08/01/2021, 13:29 WIB
Massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bentrok dengan pasukan keamanan saat mereka menerobos masuk Gedung Capitol, Washington DC, paa 6 Januari 2021. Bentrokan terjadi setelah massa berusaha menghentikan kemenangan Joe Biden. AFP PHOTO/JOSEPH PREZIOSOMassa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bentrok dengan pasukan keamanan saat mereka menerobos masuk Gedung Capitol, Washington DC, paa 6 Januari 2021. Bentrokan terjadi setelah massa berusaha menghentikan kemenangan Joe Biden.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang petugas Kepolisian Capitol Amerika Serikat (AS) tewas, karena luka-luka yang dideritanya dalam bentrokan dengan massa pendukung Presiden Donald Trunp.

Kerusuhan Capitol Hill itu terjadi pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat, saat Kongres hendak mengesahkan kemenangan Joe Biden di pilpres AS.

Polisi yang tewas bernama Brian Sicknick, dan menjadi angka kematian aparat keamanan pertama di penyerbuan Gedung Capitol atau penyerbuan Capitol Hill.

Baca juga: Kenapa Gedung Capitol AS Bisa Dijebol Massa? Begini Penjelasan Polisi...

Sementara itu di pihak demonstran, empat orang tewas termasuk satu wanita yang ditembak polisi.

Kemudian tiga lainnya dilaporkan tewas di halaman Capitol, tetapi penyebab pastinya belum diketahui.

Brian Sicknick adalah polisi senior yang sudah bertugas selama 12 tahun.

Baca juga: Jadi Sasaran Kerusuhan, Apa Fungsi Gedung Capitol? Ini Penjelasannya

Kepolisian Capitol menerangkan, korban menangani kerusuhan pada Rabu, 6 Januari 2021, di Capitol AS dan luka-luka saat bentrok fisik dengan pengunjuk rasa.

"Dia kembali ke kantor divisi dan pingsan."

"Dia sempat dibawa ke rumah sakit setempat dan meninggal karena luka-lukanya," lanjut keterangan Kepolisian Capitol AS pada Kamis malam (7/1/2021), dikutip dari AFP.

Baca juga: Bendera Merah Putih di Demo Capitol Hill Bukan Punya Indonesia, lalu Milik Siapa?

Ashli Babbitt, perempuan yang disebut merupakan pendukung Presiden Donald Trump ini tewas ditembak dalam demonstrasi berakhir rusuh di Gedung Capitol, Washington DC, pada 6 Januari 2021.Facebook via NBC News Ashli Babbitt, perempuan yang disebut merupakan pendukung Presiden Donald Trump ini tewas ditembak dalam demonstrasi berakhir rusuh di Gedung Capitol, Washington DC, pada 6 Januari 2021.
Demonstran tewas ditembak polisi

Seorang wanita yang tewas dalam kerusuhan di Gedung Capitol, Washington DC, diketahui adalah pendukung garis keras Presiden Donald Trump.

Selain itu, Kepolisian Washington mengakui wanita yang diidentifikasi bernama Ashli Babbitt ditembak oleh anggotanya.

Dalam video yang beredar di internet, Babbitt tampak memanjat salah satu jendela Capitol Hill pada Rabu sore waktu setempat (6/1/2020).

Tak berselang lama, terdengar suara tembakan dengan kamera mengarah ke Babbitt yang tergeletak bersimbah darah.

Dia langsung dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong akibat luka tembak di dada.

Dilansir AFP Kamis (7/1/2020), polisi mengakui peluru yang menembus dada Ashli Babbitt berasal dari anggota mereka.

Baca juga: Penyerbuan Capitol Hill, 4 Eks Presiden AS Kompak Serang Trump


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Pemimpin Tertinggi Iran Minta Karakter Kartun Perempuan Pakai Hijab

Global
Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Global
Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Putus Asa Cari Suaka, Puluhan Migran Ditemukan Sembunyi dalam Pecahan Kaca dan Abu Beracun

Global
komentar
Close Ads X