[Cerita Dunia] Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl, Petaka Nuklir Terburuk Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 08/01/2021, 13:28 WIB
Ledakan reaktor nuklir di pembangkit Chernobyl HistoryLedakan reaktor nuklir di pembangkit Chernobyl

KOMPAS.com – Pada 26 April 1986, dini hari pukul 01.23, reaktor nomor empat dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl meledak. Ledakan tersebut lantas diingat sebagai kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah.

PLTN Chernobyl merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir milik Uni Soviet dan terletak di pemukiman Pryp'yat, barat laut kota Chernobyl yang saat ini masuk wilayah Ukraina.

PLTN itu memiliki empat reaktor nuklir masing-masing mampu menghasilkan tenaga listrik hingga 1.000 megawatt.

Dilansir dari Britannica, detik-detik terjadinya ledakan bermula pada 26 April 1986. Ketika itu, teknisi di reaktor nomor empat mencoba bereksperimen.

Baca juga: [CERITA DUNIA] Dari Foto sampai Game, Sosok Jenderal Qasem Soleimani Kian Bersinar Usai Kematiannya

Eksperimen tersebut berupa mematikan sistem pengaturan daya reaktor dan sistem keselamatan daruratnya. Setelah itu, para teknisi mereka menarik sebagian besar batang kendali dari inti reaktor sambil membiarkan reaktor terus berjalan dengan daya 7 persen.

Kesalahan ini diperparah oleh yang lain dan pada pukul 1.23 pagi dini hari pada 26 April reaksi berantai di inti reaktor menjadi tidak terkendali. Setelah itu, terjadi lonjakan energi secara tiba-tiba dan tak diduga.

Beberapa ledakan memicu bola api besar dan meledakkan baja berat dan tutup beton reaktor. Dan ketika pteknisi mencoba mematikannya secara darurat, terjadi lonjakan daya sangat tinggi yang menyebabkan tangki reaktor pecah diikuti serangkaian ledakan.

Kejadian ini melepaskan moderator neutron grafit di reaktor ke udara lalu terjadi kebakaran. Kebakaran yang dihasilkan berlangsung selama sepekan penuh dan melepaskan debu radioaktif ke atmosfer secara meluas, termasuk Pripyat.

Baca juga: [CERITA DUNIA] Perjalanan Jack Ma, Pria Miskin Temukan Alibaba hingga Jadi Orang Terkaya

Debu radioaktif kemudian tersebar ke kawasan Uni Soviet bagian barat dan Eropa. Pada 27 April 1986, 30.000 penduduk Pryp'yat mulai dievakuasi. Uni Soviet mencoba menutup-nutupi kecelakaan itu.

Namun pada 28 April 1986 stasiun pemantau Swedia melaporkan tingginya tingkat radioaktivitas yang dibawa angin dan mendesak penjelasan.

Setelah didesak, Pemerintah Uni Soviet baru mengakui telah terjadi kecelakaan di Chernobyl. Hal itu langsung direspons dengan munculnya aksi protes internasional atas bahaya yang ditimbulkan oleh emisi radioaktif.

Pada 4 Mei 1986, panas dan radioaktif yang bocor dari inti reaktor dapat diatasi meskipun berisiko besar bagi para pekerja.

Baca juga: [Cerita Dunia] Berkembangnya Silicon Valley Berawal dari 8 Pengkhianat

Limbah-limbah radioaktif dikubur di sekitar 800 tempat sementara. Kemudian pada tahun itu pula, inti reaktor yang sangat radioaktif ditutup dengan sarkofagus beton dan baja.

Beberapa sumber menyatakan bahwa dua orang tewas dalam ledakan awal. Sedangkan sumber lain melaporkan bahwa jumlah korban tewas mendekati 50 orang.

Lusinan orang terjangkit penyakit serius karena terpapar radiasi yang, beberapa dari orang-orang ini kemudian meninggal.

Debu radioaktif disebarkan oleh angin melalui Belarusia Rusia, dan Ukraina, dan segera mencapai hingga ke Perancis dan Italia barat.

Baca juga: [Cerita Dunia] Berkembangnya Silicon Valley Berawal dari 8 Pengkhianat

Jutaan hektare hutan dan lahan pertanian terkontaminasi dan meskipun ribuan orang dievakuasi, ratusan ribu hektare tetap berada di daerah yang terkontaminasi.

Selain itu, pada tahun-tahun berikutnya banyak hewan ternak lahir dalam kondisi cacat. Sementara dampaknya kepada manusia, beberapa orang menderita penyakit yang disebabkan radiasi.

Bencana Chernobyl memicu kritik terhadap prosedur yang tidak aman dan cacat dari desain di reaktor milik Uni Soviet tersebut, dan itu meningkatkan ketahanan terhadap pembangunan lebih banyak pabrik semacam itu.

Reaktor kedua Chernobyl lantas dimatikan setelah terjadi kebakaran pada 1991 sedangkan reaktor pertama tetap beroperasi sampai 1996.

Baca juga: [Cerita Dunia] Mikhail Gorbachev Mundur, Uni Soviet Runtuh

Raktor ketiga Chernobyl masih terus beroperasi sampai 2000. Dengan ditutupnya reaktor ketiga itu, praktis PLTN Chernobyl tinggal menjadi sejarah.

Setelah bencana tersebut, Uni Soviet membuat zona eksklusi berbentuk lingkaran dengan radius sekitar 30 kilometer yang berpusat di PLTN Chernobyl.

Zona eksklusi meliputi area sekitar 2.634 kilometer persegi di sekitar pabrik. Namun, kemudian diperluas menjadi 4.143 kilometer persegi untuk memasukkan area yang sangat terpancar di luar zona awal.

Meskipun tidak ada orang yang benar-benar tinggal di zona eksklusi, ilmuwan dan beberapa klompok lainnya dapat mengajukan izin yang memungkinkan mereka masuk untuk waktu terbatas.

Baca juga: [Cerita Dunia] 10 Fakta Penerbangan Pesawat Pertama oleh Wright Bersaudara


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Global
Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Global
Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Global
Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Global
Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Global
Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Global
Nelayan Ini Tangkap Ikan Kerapu Raksasa, Harganya Diperkirakan Rp 42,2 Juta

Nelayan Ini Tangkap Ikan Kerapu Raksasa, Harganya Diperkirakan Rp 42,2 Juta

Global
NASA Siarkan Langsung Penerbangan Pertama di Mars, Berikut Link Live Streaming-nya

NASA Siarkan Langsung Penerbangan Pertama di Mars, Berikut Link Live Streaming-nya

Global
Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Paus Fransiskus Angkat Bicara

Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Paus Fransiskus Angkat Bicara

Global
Partai Radikal Pakistan Lepaskan 11 Polisi Setelah Demo Anti-Perancis

Partai Radikal Pakistan Lepaskan 11 Polisi Setelah Demo Anti-Perancis

Global
Ikut Kecam European Super League, PM Inggris: Sepak Bola Hancur

Ikut Kecam European Super League, PM Inggris: Sepak Bola Hancur

Global
komentar
Close Ads X