Hasil Uji Coba di Brasil, Vaksin Sinovac Dilaporkan 78 Persen Efektif

Kompas.com - 08/01/2021, 10:33 WIB
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. AFP/NICOLAS ASFOURISatu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020.

BRASILIA, KOMPAS.com – Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech asal China dilaporkan 78 persen efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil.

Laporan itu disampaikan oleh para peneliti pada Kamis (7/1/2021) sebagaimana dilansir dari Reuters. Kendati demikian, kurangnya detail data memicu seruan untuk pemaparan data yang lebih transparan.

Hasil uji coba tersebut berada di bawah temuan awal di Turki. Sebelumnya, vaksin virus corona dari Sinovac dilaporkan efektif 91,25 persen menurut data sementara dari hasil uji coba tahap akhir di Turki.

Pelaporan tersebut juga tidak melampirkan data rinci sebagaimana yang diberikan pengembang vaksin Covid-19 asal Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Baca juga: Thailand Pesan 2 Juta Vaksin Sinovac, Mulai Datang Bulan Depan

Direktur pusat penelitian biomedis Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac di Brasil, mengatakan hasil rinci sedang diserahkan ke regulator kesehatan Brasil, Anvisa.

Penyerahan hasil rinci tersebut akan digunakan Anvisa untuk memutuskan pengunaan darurat dari vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Brasil sedianya akan menggunakn vaksin Covid-19 dari Sinovac tersebut untuk memvaksinasi warganya.

Selain Brasil, Indonesia juga melirik vaksin virus corona yang diberi nama CoronaVac tersebut untuk memvaksinasi rakyatnya.

Baca juga: Pengiriman Vaksin Sinovac Ke Turki Tertunda Kasus Covid-19 di Beijing

Turki, Chile, Singapura, Ukraina, dan Thailand juga telah mencapai kesepakatan pasokan CoronaVac dengan Sinovac.

Meskipun kemanjuran CoronaVac kurang dari 95 persen, lebih rendah dari vaksin buatan Moderna atau Pfizer-BioNTech, vaksin virus corona dari Sinovac lebih mudah diangkut dan dapat disimpan pada suhu lemari es normal.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
komentar
Close Ads X