KBRI Teheran Identifikasi Dua WNI di Kapal Tanker Minyak yang Disita Iran

Kompas.com - 07/01/2021, 20:07 WIB
Gambar yang diperoleh AFP dari kantor berita Iran Tasnim pada 4 Januari 2021 memerlihatkan kapal tanker Korea Selatan, MT Hankuk hemi, dikawal oleh angkatan laut Garda Revolusi Iran setelah disergap di Teluk Persia. AFP PHOTO/TASNIM NEWS/-Gambar yang diperoleh AFP dari kantor berita Iran Tasnim pada 4 Januari 2021 memerlihatkan kapal tanker Korea Selatan, MT Hankuk hemi, dikawal oleh angkatan laut Garda Revolusi Iran setelah disergap di Teluk Persia.

TEHERAN, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Iran memberikan klarifikasi terkait penangkapan dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kapal Hankook Chemi.

Kapal Tanker Minyak berbendera Korea Selatan itu, sebelumnya ditahan oleh otoritas Iran sejak 4 Januari 2020 di perairan Bandar Abbas.

Menurut siaran pers dari KBRI Teheran pada Kamis (7/1/2021), Kedua WNI ABK tersebut adalah Aji Winursito dan Muhamad Amin. Mereka dipastikan kondisi keduanya dalam keadaan baik dan sehat.

KBRI Tehran menyatakan akan terus mengawal proses penanganan kasusnya, serta memastikan hak-hak kedua WNI ABK tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

Sementara itu, Pemerintah Korea Selatan bersiap mengirimkan delegasinya ke Iran pada Kamis (7/1/2021).

Mereka akan merundingkan proses awal pembebasan kapal tanker minyak, beserta awaknya yang disita di perairan Teluk yang strategis tersebut.

Baca juga: Kapal Tanker Disita Iran, Korea Selatan Kirim Kapal Perusak Anti-Pembajakan

Pengawal Revolusi Iran, Senin (4/1/2021), mengatakan telah menyita Kapal Tanker Hankuk Chemi berbendera Korea Selatan. Kapal yang membawa 7.200 ton etanol itu, dituding melanggar undang-undang lingkungan maritim.

Beberapa awak yang ditangkap berasal dari Korea Selatan, Indonesia, Vietnam dan Myanmar.

Delegasi Korea Selatan, yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Departemen Urusan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, terbang ke Teheran pada Kamis pagi dan dijadwalkan tiba melalui Doha.

"Saya berencana untuk bertemu dengan rekan saya di Kementerian Luar Negeri Iran dan akan bertemu orang lain melalui berbagai jalur, jika itu membantu upaya penyelesaian masalah penyitaan kapal," kata Koh Kyung-sok, kepala delegasi, sebelum naik ke pesawat.

Halaman:

Sumber AFP,Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X