Bush Sebut Kerusuhan Capitol Hill sebagai "Banana Republic", Ini Artinya...

Kompas.com - 07/01/2021, 16:51 WIB
Mantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas. AP/RONALD MARTINEZMantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush turut berkomentar atas penyerbuan Capitol Hill, Kamis pagi (7/1/2020) waktu setempat.

Presiden ke-43 AS yang menjabat pada 2001-2009 itu menyamakan Amerika di penyerbuan Gedung Capitol sebagai "Banana Republic".

"Saya syok dengan perilaku sembrono dari beberapa pemimpin politik sejak pemilu dan kurangnya rasa hormat yang ditujukan hari ini untuk institusi kami, tradisi kami, dan penegakan hukum mati," kata Bush dikutip dari AFP.

Baca juga: Penyerbuan Capitol Hill, 4 Eks Presiden AS Kompak Serang Trump

Komentar tersebut dilontarkan Bush untuk menyerang Donald Trump atas kerusuhan Gedung Capitol, yang juga dihujat oleh tiga eks presiden AS lainnya yaitu Bill Clinton, Barack Obama, dan Jimmy Carter.

Lantas, apa yang dimaksud "Banana Republic" oleh Bush?

Dilansir dari situs web Merriam-Webster, istilah "Banana Republic" bermula tahun 1901 ketika Ainslee's Magazine menerbitkan cerita pendek karya penulis Olivier Henry.

Judul cerpen itu Rouge et Noir dan mengambil tempat di banana republic of Costaragua.

Kemudian tiga tahun berselang, cerita itu diterbitkan lagi di novel Cabbages and Kings, tetapi nama negaranya diubah jadi Anchuria.

Baca juga: Penyerbuan Capitol Hill, 4 Orang Dilaporkan Tewas

Cabbage and Kings mengisahkan negara yang korup dan tidak stabil. Penulisnya, William S Porter, terinspirasi dari Honduras.

Alkisah Porter yang bekerja sebagai teller bank pada 1895 di Austin, Texas, menggelapkan dana untuk biaya pengobatan istrinya yang sakit parah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Global
Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
komentar
Close Ads X