[POPULER GLOBAL] Jack Ma Tak Kelihatan Selama 2 Bulan, Media China Sudah Prediksi "Kejatuhannya" | Tim WHO yang Dikirim untuk Selidiki Asal-usul Covid-19 Ditolak Masuk China

Kompas.com - 07/01/2021, 06:17 WIB
Foto tertanggal 15 Mei 2019 menampilkan salah satu pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri acara Tech for Good di Paris, Perancis. AP PHOTO/THIBAULT CAMUSFoto tertanggal 15 Mei 2019 menampilkan salah satu pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri acara Tech for Good di Paris, Perancis.

KOMPAS.com - Kabar tentang keberadaan pendiri Alibaba, Jack Ma beberapa waktu terakhir masih menjadi berita terpopuler dari Kompas Global edisi Rabu (6/1/2021) sampai (7/1/2021).

Menariknya, menghilangnya Taipan Teknologi China tersebut ternyata pernah diprediksi sebelumnya oleh media China. Padahal popularitas Ma di Beijing saat itu sangat tinggi.

Selain itu, ada juga perkembangan tentang upaya mencari asal usul Covid-19 yang dilakukan oleh WHO. Usaha ini ternyata tidak disambut baik oleh pemerintah China yang malah menolak utusan dari badan dunia itu masuk ke “Negeri Panda.”

Seperti apa berita Populer Global edisi hari ini? Berikut selengkapnya.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Misteri Keberadaan Jack Ma | Trump Ngotot Ingin Menang di Georgia

1. Jack Ma Tak Kelihatan Selama 2 Bulan, Media China Sudah Prediksi "Kejatuhannya"

Setelah kurang lebih dua bulan tidak terlihat di publik, kekhawatiran soal keberadaan pendiri Alibaba, Jack Ma makin mencuat.

Artikel di surat kabar milik negara menjadi trending karena memprediksi dimulainya ketidaksukaan terhadap Jack Ma. Padahal kesuksesannya sempat membuatnya jadi orang terfavorit di Beijing.

Artikel opini di People's Daily menjadi viral beberapa hari setelah Ma mundur sebagai Chairman Alibaba Group pada 10 September 2019.

Ulasan itu mengemuka di Weibo, karena menyatakan: "Tidak akan ada sebutan era Jack Ma. Hanya era di mana Jack Ma pernah ada."

Opini itu mengemukakan bahwa tak diragukan Alibaba adalah salah satu perusahaan tersukses dunia, dengan Ma menjadi sosok yang begitu kuat pengaruhnya.

Tetapi, kata artikel itu, memberikan kredit kesuksesan sebuah perusahaan hanya karena kepiawaian pimpinannya tak realistis. Dia dan perusahaannya disebut “bergantung pada tangan tak kelihatan yang begitu hebat.”

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X