China Tuding Trump Memulai Perang Dingin Baru, Setelah Tendang Tiga Perusahaan China dari Bursa Wall Street

Kompas.com - 06/01/2021, 14:19 WIB
Foto tertanggal 29 Juni 2019 menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan KTT G-20 di Osaka, Jepang. AP PHOTO/SUSAN WALSHFoto tertanggal 29 Juni 2019 menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan KTT G-20 di Osaka, Jepang.

BEIJING, KOMPAS.com - China menuduh pemerintahan Trump berusaha "menekan" perusahaan asing, karena Bursa Efek New York bergerak untuk menghapus tiga perusahaan yang berbasis di China.

Penghapusan tersebut terjadi setelah tekanan selama berbulan-bulan. Termasuk tuduhan dari Presiden Donald Trump bahwa China menggunakan pasar Amerika Serikat (AS) untuk mengumpulkan uang bagi militernya.

"Jenis penyalahgunaan keamanan nasional dan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan China tidak sesuai dengan aturan pasar dan melanggar logika pasar," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan, menurut Reuters pada Minggu (3/1/2021).

Secara terpisah, Wang Yi mengatakan pada Sabtu bahwa kebijakan Trump sama dengan "upaya untuk menekan China dan memulai Perang Dingin baru."

Baca juga: Hubungan Rumit Jack Ma dengan China, Dulu Teman Kini Musuhan

Menurutnya, hubungan China-AS telah mencapai persimpangan jalan baru, dan jendela harapan baru terbuka. Dia berharap bahwa pemerintahan AS berikutnya akan kembali ke pendekatan sensitif.

“Dialog dengan China diharap bisa dilakukan, memulihkan hubungan bilateral normal dan memulai kembali kerja sama,” Wang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Xinhua yang disponsori negara.

Presiden terpilih Joe Biden mengatakan AS harus bekerja erat dengan sekutu globalnya saat perselisihan dengan China muncul.

Pekan lalu di Delaware, dia mengatakan AS bersaing dengan China. Beijing diminta bertanggungjawab atas pelanggarannya dalam hal perdagangan, teknologi, hak asasi manusia, dan bidang lainnya.

“Posisi kami akan lebih kuat ketika kami membangun koalisi mitra, dan sekutu yang berpikiran sama untuk membuat tujuan bersama dengan kami, dalam membela kepentingan dan nilai-nilai kita bersama, "katanya melansir Business Insider pada Minggu (4/1/2021)

Baca juga: Taiwan: Pesawat China Masuk Zona Pertahanan Kami 380 Kali Selama 2020

Pejabat di Beijing pada Sabtu mengatakan mereka akan mengambil "tindakan yang diperlukan" untuk mendukung perusahaan China yang dihapus dari daftar di Wall Street, menurut Reuters.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
komentar
Close Ads X