Para Pemimpin Arab Teluk Tanda Tangani Deklarasi Perdamaian dengan Qatar

Kompas.com - 06/01/2021, 11:05 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh Pengadilan Kerajaan Saudi ini, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, kanan, menyambut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani pada saat kedatangannya untuk menghadiri KTT ke-41 Dewan Kerjasama Teluk di Al-Ula, Arab Saudi, Selasa , 5 Januari 2021. APDalam foto yang disediakan oleh Pengadilan Kerajaan Saudi ini, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, kanan, menyambut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani pada saat kedatangannya untuk menghadiri KTT ke-41 Dewan Kerjasama Teluk di Al-Ula, Arab Saudi, Selasa , 5 Januari 2021.

RIYADH, KOMPAS.com - Para pemimpin Arab Teluk menandatangani deklarasi pada Selasa (5/1/2021) untuk berdamai dengan Qatar setelah Arab Saudi mencabut embargo dan blokade selama 3,5 tahun dari negara kaya energi itu karena kedekatannya dengan Iran dan dukungannya terhadap kelompok militan.

Melansir Associated Press (AP), Arab Saudi juga sedang memulihkan hubungan diplomatik penuh dengan Qatar meskipun tidak jelas seberapa cepat langkah tersebut akan diikuti oleh Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir yang sejauh ini bergabung dengan Kerajaan Saudi dalam mengisolasi negara Teluk itu.

Jelang KTT Arab Teluk, Senin malam, para pemimpin Arab di kota gurun kuno Al Ula, Saudi, mengumumkan bahwa mereka akan membuka blokade udara dan darat dengan Qatar.

Sebuah langkah besar pertama untuk mengakhiri krisis diplomatik yang dimulai pada 2017, ketika pemerintah Trump mulai meningkatkan tekanan pada Iran.

Baca juga: Emir Qatar Hadiri KTT Arab Teluk, Disambut Pelukan Putra Mahkota Saudi

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan kepada wartawan setelah KTT bahwa hubungan diplomatik akan dipulihkan sepenuhnya dengan Qatar, meskipun belum ada kerangka waktu yang diberikan.

“Kami sangat senang dapat mencapai terobosan yang sangat penting ini yang kami yakini akan memberikan kontribusi sangat besar bagi stabilitas dan keamanan semua negara di kawasan ini,” kata Pangeran Faisal.

“Kami berada di mana semua orang merasa puas dan bahagia... kembalinya hubungan diplomatik, penerbangan, dan lainnya, semua itu sekarang akan kembali normal. "

Baca juga: Menantu Trump Akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

KTT Arab Teluk tahun ini punya tujuan apa?

Terobosan diplomatik itu berdasarkan dorongan terakhir dari pemerintahan presiden Amerika Serikat (AS) yang akan lengser Donald Trump dan Kuwait yang menengahi perselisihan.

KTT Arab Teluk juga terjadi ketika Arab Saudi berusaha menyatukan negara-negara Arab jelang pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden yang akan datang, yang diduga akan mengambil sikap lebih tegas terhadap kerajaan Saudi dan kembali bersentuhan dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengucapkan selamat kepada Qatar "atas keberhasilan perlawanannya yang berani terhadap tekanan dan pemerasan."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkat Kaleng Minuman Ringan, Kasus Pembunuhan Berusia 40 Tahun Terungkap

Berkat Kaleng Minuman Ringan, Kasus Pembunuhan Berusia 40 Tahun Terungkap

Global
Kepulangan Shamima Begum Gadis Eks ISIS Ditolak MA Inggris

Kepulangan Shamima Begum Gadis Eks ISIS Ditolak MA Inggris

Global
Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Global
Peneliti AS Berhasil 'Memanen' Sinar Matahari dari Luar Angkasa

Peneliti AS Berhasil "Memanen" Sinar Matahari dari Luar Angkasa

Global
Al-Qaeda Punya Pimpinan Baru, Panggilannya 'Pedang Pembalasan'

Al-Qaeda Punya Pimpinan Baru, Panggilannya "Pedang Pembalasan"

Global
Dubes Italia Ditembak Mati di RD Kongo, Istri: Dia Dikhianati

Dubes Italia Ditembak Mati di RD Kongo, Istri: Dia Dikhianati

Global
[Cerita Dunia]: Bos dari Segala Bos, Miguel Angel Felix Gallardo, “Arsitek” Perang Narkoba

[Cerita Dunia]: Bos dari Segala Bos, Miguel Angel Felix Gallardo, “Arsitek” Perang Narkoba

Global
Istri Bandar Narkoba El Chapo Menyerahkan Diri secara Sukarela

Istri Bandar Narkoba El Chapo Menyerahkan Diri secara Sukarela

Global
Usai Divaksin Covid-19, Mantan Presiden AS Jimmy Carter Kembali Aktif di Gereja

Usai Divaksin Covid-19, Mantan Presiden AS Jimmy Carter Kembali Aktif di Gereja

Global
Ini Potongan 2 Bukti Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ini Potongan 2 Bukti Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Global
Hilang 15 Tahun, Kucing Ini Akhirnya Kembali ke Pelukan Majikannya

Hilang 15 Tahun, Kucing Ini Akhirnya Kembali ke Pelukan Majikannya

Global
Perjalanan 34 Jam dengan Troli Ditempuh Diplomat Rusia Demi Pulang dari Korea Utara

Perjalanan 34 Jam dengan Troli Ditempuh Diplomat Rusia Demi Pulang dari Korea Utara

Global
Diplomat AS Mengaku Diminta Tes Swab dari Anus oleh China

Diplomat AS Mengaku Diminta Tes Swab dari Anus oleh China

Global
AS Akan Rilis Bukti Pangeran MBS Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi

AS Akan Rilis Bukti Pangeran MBS Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi

Global
China-Singapura Gelar Latihan di Laut China Selatan yang Disengketakan

China-Singapura Gelar Latihan di Laut China Selatan yang Disengketakan

Global
komentar
Close Ads X