Taiwan: Pesawat China Masuk Zona Pertahanan Kami 380 Kali Selama 2020

Kompas.com - 05/01/2021, 18:53 WIB
Dalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan. Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via APDalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan.

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan menyatakan, pesawat China sudah melewati zona pertahanan mereka sebanyak 380 kali sepanjang 2020, menjadi rekor baru.

Kabar ini disusul dengan peringatan dari lembaga think tank bahwa tensi kedua kubu mencapai titik tertinggi sejak medio 1990-an.

Mempunyai pemerintahan mandiri, Taiwan terus berada dalam tekanan Beijing, yang menganggap pulau itu sebagai provinsi mereka dan harus segera disatukan.

Baca juga: Awali Tahun Baru, Taiwan Buka Kesempatan Berdialog dengan China

Tekanan "Negeri Panda" menguat sejak Presiden Tsai Ing-wen terpilih pada 2016, karena menolak gagasan bahwa pulau itu bagian dari "satu China".

Ketegangan itu mencapai puncaknya pada 2020, ketika Beijing mengerahkan jet tempur, pesawat pembom, hingga pengintai ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan.

"Sebanyak 380 penyusupan di bagian barat daya ADIZ pada 2020, lebih banyak dari sebelumnya," kata juru bicara kementerian pertahanan, Shih Shun-wen.

Shih menerangkan, banyaknya bala udara "Negeri Panda" yang masuk ke wilayah mereka memberikan ancaman serius bagi keamanan nasional.

Dia mengatakan, militer China tidak saja mengetes kemampuan tempur Taiwan. Namun juga sudah buersaha menekan dan membatasi lalu lintas udara mereka.

Dilansir AFP Selasa (5/1/2021), Institute for National Defence and Security Research sudah memberi peringatan dalam laporan tahunan mereka.

Baca juga: AS Kirim 2 Kapal Perang Lewati Selat Taiwan, Begini Reaksi China

Lembaga think tank berafiliasi militer itu memaparkan, ancaman Beijing adalah yang tertinggi sejak 1996, atau semenjak krisis misil di Selat Taiwan.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Armenia Masih Krisis Pasca-Perang, Presiden Berani Tolak Perintah PM

Armenia Masih Krisis Pasca-Perang, Presiden Berani Tolak Perintah PM

Global
Dipenjara 68 Tahun, Setelah Bebas Pria Ini Kaget Dunia Telah Berubah

Dipenjara 68 Tahun, Setelah Bebas Pria Ini Kaget Dunia Telah Berubah

Global
Selangkangan Majikan Tertusuk Pisau Ayamnya Sendiri Saat Sabung, Akhirnya Tewas

Selangkangan Majikan Tertusuk Pisau Ayamnya Sendiri Saat Sabung, Akhirnya Tewas

Global
Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa, Hamas Mengamuk

Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa, Hamas Mengamuk

Global
Patung Rusia Dicemooh Mirip White Walker 'Game of Thrones' Dilelang Rp 506 Juta

Patung Rusia Dicemooh Mirip White Walker "Game of Thrones" Dilelang Rp 506 Juta

Global
Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

Global
Misteri 7 Tahun 'Lubang Neraka Siberia' di Lingkaran Arktik Rusia

Misteri 7 Tahun "Lubang Neraka Siberia" di Lingkaran Arktik Rusia

Global
Dicap Pengkhianat, Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Dicap Pengkhianat, Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Global
Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Global
Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Pesawat Hendak Lepas Landas, Tiba-tiba Semua Penumpang Terbatuk karena Semprotan Merica

Global
6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

Global
Gara-gara 3 Laba-laba Berbisa, Sebuah Perpustakaan di AS Terpaksa Ditutup

Gara-gara 3 Laba-laba Berbisa, Sebuah Perpustakaan di AS Terpaksa Ditutup

Global
Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Global
Pebisnis Indonesia di Myanmar, Berbagi Kisah Kunci Bertahan di Tengah Gejolak untuk Para Entrepreneur

Pebisnis Indonesia di Myanmar, Berbagi Kisah Kunci Bertahan di Tengah Gejolak untuk Para Entrepreneur

Global
Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Global
komentar
Close Ads X