Onderdil Mobil Positif Covid-19 di China, Terdeteksi di Bungkus Ban

Kompas.com - 04/01/2021, 17:07 WIB
Foto menunjukkan seorang pekerja sedang mengisi bahan bakar sebuah mobil dengan gas batu bara (coal seam gas) di stasiun pengisian bahan bakar di kota Jincheng, provinsi Shanxi, China utara, pada 9 Desember 2020. Para personel yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina dan semua tes mereka dinyatakan negatif Covid-19. Barang-barang tersebut juga telah disegel. XINHUA/CAO YANGFoto menunjukkan seorang pekerja sedang mengisi bahan bakar sebuah mobil dengan gas batu bara (coal seam gas) di stasiun pengisian bahan bakar di kota Jincheng, provinsi Shanxi, China utara, pada 9 Desember 2020. Para personel yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina dan semua tes mereka dinyatakan negatif Covid-19. Barang-barang tersebut juga telah disegel.

JINCHENG, KOMPAS.com - Berbagai sampel kemasan onderdil otomotif dinyatakan positif terpapar Covid-19 di sejumlah wilayah di China, usai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan suku cadang mengonfirmasi satu kasus Covid-19.

Di kota Jincheng, provinsi Shanxi, China utara, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit setempat mendeteksi virus corona pada kemasan ban mobil, menurut kantor Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Jincheng pada Sabtu malam (2/1/2020).

Kantor tersebut kemudian mengaktifkan respons darurat. Para personel yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina, dan semua tes mereka dinyatakan negatif Covid-19. Barang-barang tersebut juga telah disegel.

Baca juga: 6 Pengkritik Pemerintah yang Dibungkam China, dari Li Wenliang hingga Jack Ma

Di Hohhot, ibu kota Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, sebanyak lima sampel kemasan suku cadang otomotif di sebuah toko 4S dinyatakan positif terpapar virus tersebut, menurut kantor Pusat Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 kota itu.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor pusat pada Minggu (3/1/2020) menyebutkan, tiga paket suku cadang otomotif dari perusahaan yang dilaporkan mengonfirmasi satu kasus Covid-19, didistribusikan ke tiga toko 4S di Hohhot.

Salah satu toko tersebut kemudian ditemukan memiliki sampel kemasan suku cadang otomotif yang dinyatakan positif corona, dilaporkan Xinhua pada Senin (4/1/2021)

Baca juga: Pepaya dan Kambing Positif Covid-19, Presiden Tanzania Tuding Adanya Sabotase

Ketiga toko telah ditutup dan suku cadang terkait telah disegel. Para personel yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina dan tes mereka sejauh ini negatif Covid-19.

Tiga sampel positif lainnya yang diambil dari kemasan onderdil otomotif ditemukan di kota Cangzhou di provinsi Hebei, juga Yantai dan Linyi di provinsi Shandong, menurut otoritas lokal.

Pengujian asam nukleat dilakukan pada suku cadang otomotif dan personel terkait di berbagai kota di China, usai seorang pegawai di perusahaan Beijing yang bergerak di bidang penjualan onderdil didiagnosis terjangkit Covid-19.

Sejumlah kemasan suku cadang otomotif juga dinyatakan positif virus corona pada akhir Desember.

Baca juga: Sinterklas Positif Covid-19 Datang, 26 Lansia di Panti Jompo Meninggal

Baca tentang

Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Global
Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Global
Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Global
China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Global
6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Global
Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Global
Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
komentar
Close Ads X