India Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Buatan Lokal dan Oxford-AstraZeneca

Kompas.com - 04/01/2021, 07:33 WIB
Seorang seniman memberikan sentuhan akhir pada mural yang menggambarkan pekerja garis depan membawa vaksin Covid-19 virus corona di Kolkata pada 2 Januari 2021. AFP PHOTO/DIBYANGSHU SARKARSeorang seniman memberikan sentuhan akhir pada mural yang menggambarkan pekerja garis depan membawa vaksin Covid-19 virus corona di Kolkata pada 2 Januari 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India telah mengizinkan penggunaan darurat dua vaksin virus corona, yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford, dan oleh perusahaan farmasi lokal Bharat Biotech.

Pada jumpa pers pada Minggu (3/1/2021), Jenderal Pengawas Obat India Dr Venugopal G Somani mengatakan kedua vaksin akan diberikan dalam dua dosis.

“Vaksin dari Serum Institute (vaksin AstraZeneca-Oxford) dan Bharat Biotech disetujui untuk penggunaan terbatas dalam situasi darurat,” kata Somani, mengacu pada perusahaan India yang memproduksi vaksin sebelumnya, melansir Al Jazeera.

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam unggahan di twitter menyatakan, persetujuan jalur cepat ini adalah "titik balik yang menentukan untuk memperkuat semangat pertarungan" yang "mempercepat jalan menuju negara yang lebih sehat dan bebas Covid-19".

“Setiap orang India akan bangga bahwa dua vaksin yang telah diberi persetujuan penggunaan darurat dibuat di India!” katanya di Twitter.

Baca juga: Fase Pertama, Pekerja Medis di India akan Terima Vaksin Covid-19 Gratis

Dia menilai langkah ini menunjukkan bahwa India adalah negara "mandiri".

Sebagai negara berpenduduk lebih dari 1,3 miliar orang itu, persetujuan tersebut diharapkan dapat memulai salah satu upaya vaksinasi terbesar di dunia dalam beberapa hari mendatang.

Rencana imunisasi awal bertujuan untuk memvaksinasi 300 juta orang. Terdiri dari petugas kesehatan, staf di garis depan perlawanan pandemi, termasuk polisi. Mereka yang dianggap rentan karena usia atau penyakit lain dijadwalkan mendapat vaksin pada Agustus 2021.

Institut Serum India, perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia, telah dikontrak oleh AstraZeneca untuk membuat satu miliar dosis untuk negara berkembang, termasuk India.

Pada Jumat, Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan darurat vaksin tersebut.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
komentar
Close Ads X