Tenang Saja, di Tangan Pemuda Ini, Ular Tak Akan Berakhir di Mangkuk Sup!

Kompas.com - 04/01/2021, 07:15 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh Ken Lee, kiri, Lee meletakkan seekor Python Burma sepanjang tiga meter yang baru saja dia ambil, ke dalam tas kain yang dipegang oleh seorang polisi, di desa Tai Pak Tin, di distrik New Territories pedesaan Hong Kong pada 1 Des , 2020. APDalam foto yang disediakan oleh Ken Lee, kiri, Lee meletakkan seekor Python Burma sepanjang tiga meter yang baru saja dia ambil, ke dalam tas kain yang dipegang oleh seorang polisi, di desa Tai Pak Tin, di distrik New Territories pedesaan Hong Kong pada 1 Des , 2020.

HONG KONG, KOMPAS.com - Berbagai jenis ular "tinggal" di Hong Kong, dari King Cobra yang sangat berbisa sampai spesies besar seperti piton Burma.

Di masa lalu, banyaknya ular melahirkan pekerjaan baru yakni 'penangkap ular komersil'. Ular-ular yang ditangkap biasanya akan dijual atau pun berakhir menjadi sup.

Berbeda dengan para penangkap ular komersial itu, melansir Associated Press (AP), Ken Lee pemuda 31 tahun, menangkap ular di Hong Kong untuk membantu sesama warga.

Jika ada reptil ini merayap di dalam rumah atau mendekati permukiman, Lee akan dipanggil dan pria itu akan menangkap ular yang mengganggu.

Baca juga: Truman, Anjing Pelacak Ular Piton Berhasil di Misi Pertamanya

Lee, bisa dibilang salah satu dari generasi baru penangkap ular yang selalu berusaha melepaskan reptil itu kembali ke alam liar.

“Ada saat-saat di mana orang telah menangkap ular sebelum saya tiba di tempat kejadian, tapi sayangnya beberapa dari ular itu terbunuh atau terluka parah,” kata Lee yang ternyata terdaftar menjadi salah satu penangkap ular termuda di Hong Kong.

“Beberapa orang menangkap ular dengan berani, tetapi sebenarnya hal itu membahayakan satwa liar.”

Lee rupanya belajar menangkap secara otodidak. Ular pertama yang dia tangani adalah ketika dia berusia 17 tahun, bekerja sebagai pekerja magang di toko ular Hong Kong.

Pengalamannya itu memacu dia untuk belajar lebih banyak tentang keanekaragaman hayati dan biologi. Lee pun melanjutkan studi di bidang itu di universitas di Taiwan.

Baca juga: Seorang Penderita Covid-19 Buta dan Lumpuh setelah Digigit Ular Kobra Hitam

Menangkap ular untuk dikembalikan ke alam 

Dalam gambar yang diambil dari sebuah video, Ken Lee, seorang penangkap ular terdaftar, memegang ular piton saat dia berbicara selama wawancara di Hong Kong Society of Herpetology Foundation di Hong Kong 10 Desember 2020. Hong Kong adalah rumah bagi berbagai ular, dari king cobra yang berbisa hingga spesies yang lebih besar seperti python Burma. Setiap kali salah satu reptil ini terlihat merayap ke dalam rumah atau mendekati daerah pemukiman, Lee adalah salah satu penangkap ular yang dipanggil untuk menangkap makhluk itu.AP Dalam gambar yang diambil dari sebuah video, Ken Lee, seorang penangkap ular terdaftar, memegang ular piton saat dia berbicara selama wawancara di Hong Kong Society of Herpetology Foundation di Hong Kong 10 Desember 2020. Hong Kong adalah rumah bagi berbagai ular, dari king cobra yang berbisa hingga spesies yang lebih besar seperti python Burma. Setiap kali salah satu reptil ini terlihat merayap ke dalam rumah atau mendekati daerah pemukiman, Lee adalah salah satu penangkap ular yang dipanggil untuk menangkap makhluk itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Global
Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
komentar
Close Ads X