[CERITA DUNIA] Dari Foto sampai Game, Sosok Jenderal Qasem Soleimani Kian Bersinar Usai Kematiannya

Kompas.com - 03/01/2021, 18:51 WIB
Spanduk bergambar Jenderal Qassem Soleimani, kiri, dan komandan milisi senior Syiah Irak Abu Mahdi Al Muhandis , yang tewas di Irak dalam serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari 2020 serta sebuah spanduk berbahasa Persia yang artinya Matilah Amerika, di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Iran, Jumat, 17 Januari 2020. APSpanduk bergambar Jenderal Qassem Soleimani, kiri, dan komandan milisi senior Syiah Irak Abu Mahdi Al Muhandis , yang tewas di Irak dalam serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari 2020 serta sebuah spanduk berbahasa Persia yang artinya Matilah Amerika, di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Iran, Jumat, 17 Januari 2020.

KOMPAS.com - Hari ini, satu tahun yang lalu, 3 Januari 2020, serangan pesawat tak berawak dari Amerika Serikat (AS) menyerang Qasem Soleimani di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Sejak itu, hubungan antara AS dan Iran kian tegang. Kematian Soleimani mungkin menjadi renungan bagi sebagian besar warga Amerika dengan Iran yang bersumpah tak akan melupakannya.

Bahkan, meski Presiden AS Donald Trump sudah kalah dalam pemilihan presiden 3 November lalu.

Baca juga: Setahun Kematian Soleimani, Iran Salahkan Jerman dan Negara-negara Lain

Di atmosfer kehidupan masyarakat Iran, Soleimani yang dinaikkan jabatan secara anumerta dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal, suatu promosi jabatan yang pertama terjadi di IRGC (Garda Revolusi Iran), memiliki banyak pengikut.

Potret dirinya tampil di mana-mana. Status kematiannya dianggap 'syahid', sosoknya menjadi ikon Syiah dan fotonya disejajarkan dengan foto Imam Husain--cucu Nabi Muhammad, putra Ali bin Abi Thalib, yang kebetulan juga tewas di Irak pada peristiwa Karbala pada tahun 680 Masehi.

Mengutip Atlantic Council, gambaran tentang Soleimani juga hadir dalam seni propaganda pemerintah. Usai kematiannya, ratusan jalan, alun-alun, gedung dan penyeberangan perbatasan berganti nama demi memuliakan sosoknya.

Juga termasuk, nama sebuah jalan di Lebanon.

Baca juga: Momen-momen Eskalasi Konflik AS-Iran Sejak Tewasnya Qasem Soleimani

Tak hanya itu, rupanya banyak agenda di Iran dalam skala nasional yang berkaitan dengan penghormatan terhadap sosok sang jenderal.

Pada Juli lalu misalnya, penyiar nasional Iran mengumumkan bahwa mereka akan merilis Commander of Peace, sebuah dokumentasi dengan 40 episode tentang peran Soleimani di berbagai konflik seluruh wilayah.

Pada Agustus, pameran museum yang didedikasikan khusus untuk mengenang Soleimani diresmikan di Teheran dan museumnya bersifat permanen.

Baca juga: Iran Bersumpah Tak Akan Ada Tempat Aman di Bumi bagi Pembunuh Qasem Soleimani

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X