Pemuda Mesir yang Dijuluki Predator Seksual Akhirnya Dipenjara 3 Tahun

Kompas.com - 02/01/2021, 19:15 WIB
Ahmed Bassam Zaki diduga telah memperkosa dan melakukan serangan serta kekerasan seksual lebih dari 50 wanita di usianya yang masih belia, 20 tahun. Screenshot IG Assault PoliceAhmed Bassam Zaki diduga telah memperkosa dan melakukan serangan serta kekerasan seksual lebih dari 50 wanita di usianya yang masih belia, 20 tahun.

KAIRO, KOMPAS.com - Predator seks yang telah melakukan pelecehan dan kekerasan seksual akhirnya dipenjara walau hanya divonis 3 tahun.

Melansir Gulf News, Ahmed Bassam Zaki (22) seorang pemuda Mesir yang sebelumnya diwartakan telah melakukan kekerasan seksual pada lebih dari 50 wanita divonis penjara 3 tahun, Selasa lalu.

Terdakwa dihukum karena telah berbuat asusila dan menyalahgunakan media sosial dalam melakukan aksi kekerasan dan pelecehan seksualnya.

Baca juga: Pria Ini Lakukan Kekerasan Seksual pada Lebih dari 50 Wanita, #MeToo Banjiri Media Sosial Mesir

Oleh Pengadilan Ekonomi Kairo, Zaki divonis 3 tahun penjara karena telah melakukan pelecehan seksual dan pemerasan terhadap puluhan wanita.

Dia ditangkap pada Juli lalu, di tengah tuduhan terhadapnya yang telah menimbulkan keterkejutan di seluruh Mesir.

Dia juga didakwa karena melanggar kehidupan pribadi para korbannya dan melanggar nilai-nilai keluarga masyarakat Mesir.

Baca juga: Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Dalam penyelidikan, terdakwa mengaku telah mengenal enam gadis melalui situs jejaring sosial, yang diduga mengiriminya foto-foto "tidak senonoh".

Dia mengancam akan menunjukkan foto-foto itu kepada keluarga mereka ketika gadis-gadis itu ingin mengakhiri hubungan mereka dengannya.

Namun terdakwa membantah tuduhan yang dilontarkan terhadapnya di media sosial bahwa dia telah memperkosa, memeras, dan melecehkan puluhan wanita Mesir dan juga warga asing.

Baca juga: Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Awal tahun ini, sejumlah wanita yang menjadi korbannya mengunggah kesaksian mengerikan yang mengeklaim bahwa Zaki, mantan mahasiswa di American University di Kairo (AUC), telah memeras mereka untuk menyerah pada tuntutan seksualnya.

Korbannya yang diklaim termasuk seorang gadis remaja di bawah umu. Pihak AUC mengatakan bahwa Zaki sendiri telah meninggalkan lingkungan kampus pada 2018.

Baca juga: Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam


Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X