Kim Jong Un Siapkan Penjara untuk Para Pelanggar Aturan Covid-19

Kompas.com - 01/01/2021, 23:00 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pos Pertahanan Changrindo di front barat, dalam gambar tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA pada 25 November 2019. KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pos Pertahanan Changrindo di front barat, dalam gambar tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA pada 25 November 2019.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara dilaporkan membuka kamp penjara baru untuk mereka yang melanggar aturan virus corona. Beberapa orang meninggal hanya "sehari setelah memasuki" gerbang penjara. 

Melansir The Sun pada Selasa (29/12/2020) terdapat klaim beberapa tahanan tewas sebagai akibat langsung dari "kekejaman" ekstrem yang dilakukan oleh penjaga brutal, yang menjalankan kamp yang sangat aman.

Laporan mengklaim banyak orang-orang ketakutan jatuh pingsan setelah dipaksa untuk berlari tanpa henti di dalam unit kamp, yang dikelilingi oleh kawat berduri setajam silet.

Kroni Kim Jong Un telah memberlakukan peraturan karantina yang ketat di provinsi Sungho-ri dan Hwanghae Utara yang paling parah terkena dampaknya.

Baca juga: Kecelakaan Kereta Tewaskan Banyak Pasukan Militer Korea Utara, Korea Selatan Dicurigai Dalangnya

Sekarang, mereka menempatkan orang-orang yang melanggar peraturan Covid-19 yang tidak masuk akal ke kamp penjara politik garis keras, menurut laporan media, Express.

Kebijakan baru Partai Buruh Korea Utara adalah mencap seseorang sebagai "penjahat khusus" yang bersalah telah melanggar aturan Covid-19, yan dianggap juga kejahatan politik.

Berita tentang kamp penjara baru datang hanya beberapa pekan setelah Kim dilaporkan memerintahkan eksekusi seorang pria karena melanggar batasan Covid-19.

Dia dilaporkan ditembak mati di depan kerumunan warga yang ketakutan, dalam upaya untuk menakut-nakuti mereka agar mengikuti aturan pandemi Covid-19 Kim yang ketat .

Juga terungkap bahwa Kim diam-diam diberi suntikan vaksin virus corona dari China karena dia benar-benar takut mati akibat virus itu.

Baca juga: Intel 471: Rusia Sokong Program Nuklir Korea Utara Melalui Aliansi Kejahatan Siber

Pemimpin Korea Utara dan "beberapa pejabat tinggi lainnya dalam keluarga Kim dan jaringan kepemimpinan" juga telah divaksinasi, kata para ahli keamanan nasional.

Halaman:

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X