Badak Berbulu Zaman Es Ditemukan Nyaris Utuh, Bisa Ungkap Kehidupan pada Masanya?

Kompas.com - 31/12/2020, 20:48 WIB
Badak Berbulu Prasejarah dari periode pleistosen ditampilkan di rumah lelang Sotheby di Paris. JACQUES DEMARTHONBadak Berbulu Prasejarah dari periode pleistosen ditampilkan di rumah lelang Sotheby di Paris.

MOSKWA, KOMPAS.com - Badak berbulu ditemukan dalam kondisi luar biasa di Rusia. Temuan ini memberi para ilmuwan bukti lebih lanjut terkait kehidupan di zaman es.

Profesor geografi Universitas Manchester, Jamie Woodward membagikan tweet tentang penemuan itu pada Selasa malam (29/12/2020). Dia juga menyertakan gambar makhluk temuannya itu.

"Binatang zaman es lain yang telah punah digali dari lapisan es," tulisnya.

"Bangkai badak berbulu yang sangat terawat baik ditemukan di Yakutia. Organ dalam dan isi perutnya menunggu penyelidikan."

Menurut Siberian Times, badak itu ditemukan pada Agustus oleh penduduk lokal, Alexei Savvin. Berada di endapan permafrost (lapisan es), sepanjang sungai Tirekhtyakh, yang terletak di Republik Sakha di timur laut Rusia.

Baca juga: Bangkai Beruang Zaman Es Masih Utuh di Siberia, Berusia Puluhan Ribu Tahun

Melansir Newsweek pada Rabu (30/12/2020), situs penemuan binatang zaman es itu tidak jauh dari tempat Sasha, bayi badak berbulu lainnya, ditemukan pada tahun 2014.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak dari organ dalam masih ditemukan dalam penemuan tahun 2020 ini. Diantaranya termasuk gigi, bagian dari usus, gumpalan lemak dan jaringan, telah terawetkan secara luar biasa selama puluhan ribu tahun.

Diperkirakan badak itu berumur sekitar tiga atau empat tahun ketika mati.

Jenis kelamin hewan ini masih belum diketahui. Analisis radiokarbon masih diperlukan untuk menentukan kapan badak tersebut hidup. Perkiraan yang paling mungkin adalah antara 20.000 dan 50.000 tahun yang lalu.

“Badak memiliki bulu bagian bawah yang sangat tebal, sangat mungkin ia mati. Di musim panas," ungkap Valery Plotnikov dari Akademi Ilmu Pengetahuan.

Plotknikov juga mencatat bahwa kemungkinan badak itu mati karena tenggelam.

Tubuh hewan itu kira-kira 80 persen utuh. Kondisi ini diharapkan dapat membantu para ilmuwan belajar lebih lanjut tentang bagaimana spesies itu hidup.

Jenis kelamin dari bangkai tersebut belum dapat diidentifikasi, tetapi ada tanduk yang ditemukan di dekat lokasi penemuan, menurut The Sun.

Baca juga: Para Ilmuwan di Rusia Temukan Badak Berbulu Generasi Terakhir di Perut Anjing Purba Zaman Es

Menurut The Sun, badak berbulu berbulu ini akan diawetkan di gletser sebelum dipindahkan ke Yakutsk, di mana ia akan dipelajari oleh para ilmuwan.

Awal tahun ini, kotoran dari fosil mammoth berbulu ditemukan oleh sekelompok orang di Siberia Rusia. Orang-orang yang membuat penemuan ini berharap dengan kotoran makhluk itu, mereka dapat melihat lebih banyak tentang apa yang pernah dimakan mammoth berbulu itu.

Jenis penemuan ini semakin umum dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya permafrost (lapisan es di atas tanah yang permanen, yang dikendalikan oleh iklim) mulai mencair.

Newsweek sebelumnya melaporkan bahwa para ilmuwan percaya bahwa mencairnya permukaan es akan berdampak pada wilayah Arktik di Belahan Bumi Utara pada 2050.

Satu penelitian menunjukkan bahwa permafrost dapat dipertahankan hingga tahun 2100 jika kuda, bison, dan herbivora besar lainnya menghuni daerah tersebut. Jika hewan penggembala ini menginjak salju dengan kukunya yang kuat, mereka dapat membahayakan tanah yang tertutup salju.

Baca juga: Para Ilmuwan di Rusia Temukan Badak Berbulu Generasi Terakhir di Perut Anjing Purba Zaman Es


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X