Pasca-Brexit Muncul Kekhawatiran Pasokan Makanan dan Obat-obatan Terganggu

Kompas.com - 31/12/2020, 15:32 WIB
Kerugian ekonomi membayangi Inggris jika kesepakatan perdagangan bREXIT dengan Uni Eropa tidak tercapai sampai batas waktu yang ditentukan. 
DANIEL LEAL-OLIVASKerugian ekonomi membayangi Inggris jika kesepakatan perdagangan bREXIT dengan Uni Eropa tidak tercapai sampai batas waktu yang ditentukan.

LONDON, KOMPAS.com - Para pemasok makanan dan obat-obatan di Inggris dan Uni Eropa ( UE) mengkhawatirkan munculnya gangguan distribusi dan membengkaknya biaya, setelah diterapkan kesepakatan pasca-Brexit dengan cepat.  

Federasi Makanan dan Minuman mengeluh sebelum Inggris meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa (UE) pada penutupan 2020.

Minette Batters, presiden Serikat Petani Nasional, mengatakan para anggota "mengantisipasi bahwa masih akan ada gangguan perdagangan di perbatasan", meskipun kesepakatan Brexit telah ditandatangani pada Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Kesepakatan Brexit Akhirnya Disetujui, Berikut Poin-poinnya

Kekhawatiran itu muncul karena banyak perusahaan bergegas untuk memesan lebih banyak saham atau memenuhi pesanan yang tertunda akibat lockdown virus corona.

Namun, pelabuhan Channel Inggris, terutama Dover, sudah kelebihan kapasitas menjelang pengumuman kesepakatan Brexit.

Situasi memburuk ketika sejumlah negara Eropa menutup perbatasan mereka dengan Inggris selama 2 hari menjelang Natal, sebagai upaya untuk mengekang penyebaran dari varian baru virus corona yang lebih menular.

Ribuan truk yang menuju ke pelabuhan terjebak kemacetan besar dan butuh beberapa hari untuk mengurai kemacetan itu dengan bantuan angkatan bersenjata.

Baca juga: Kesepakatan Dagang Brexit Disetujui, Nelayan Inggris Protes

Ian Wright, kepala eksekutif dari Federasi Makanan dan Minuman, mengatakan seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (31/12/2020), "kekacauan pekan lalu di Dover dan peyelesaian terakhir dari kesepakatan ini artinya akan ada gangguan signifikan pada pasokan dan beberapa harga akan naik".

Ketika London dan Uni Eropa berkompromi sepakat akan memberlakukan ancaman kuota dan tarif, asosiasi perdagangan mengeluh bahwa semua pemeriksaan dan aturan baru akan menghabiskan waktu dan biaya bagi perusahaan makanan da obat-obatan.

Sekitar 30 persen makanan yang dimakan di Inggris berasal dari UE. Inggris mengimpor hampir setengah dari sayuran segar dan sebagian besar buahnya.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X