Rusia - China Beri Sinyal Penguatan Kerja Sama Strategis, Peringatan kepada AS?

Kompas.com - 30/12/2020, 12:14 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping mempersiapkan sesi foto keluarga pada KTT G20 di Osaka pada 28 Juni 2019. AFP PHOTO/KIM KYUNG-HOONPresiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping mempersiapkan sesi foto keluarga pada KTT G20 di Osaka pada 28 Juni 2019.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China, Xi Jinping memuji hubungan "khusus" dan "tidak dapat diputuskan" antara China dan Rusia dalam panggilan telepon dengan mitranya Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (28/12/2020), menurut laporan media milik pemerintah China.

“Kedua kepala negara itu memuji hubungan bilateral, yang saat ini dalam kondisi yang sangat kuat sepanjang sejarah," kata sebuah pengumuman oleh kantor kepresidenan Rusia setelah pembicaraan tersebut.

Melansir Newsweek pada Selasa (29/12/2020), Presiden China menyerukan kerja sama strategis lebih lanjut antara kedua negara. Hubungan ekonomi dan militer keduanya tumbuh di tengah sanksi Barat terhadap Beijing dan Moskwa.

"Keuntungan khusus dari hubungan China-Rusia paling jelas terlihat pada saat krisis,” ungkap Kantor Berita China Xinhua mengutip perkataan Xi.

Rasa saling percaya dan persahabatan yang tinggi disebut dapat dibuktikan dengan dukungan yang ditunjukkan untuk kepentingan inti masing-masing.

Baca juga: Kepala Intelijen AS: China, Rusia, dan Iran Berusaha Pengaruhi Pilpres AS Tahun Ini

Xi menyatakan hubungan kedua negara seakan tidak dapat diputuskan, meski dalam kondisi yang terus berubah di tempat lain di dunia. Hubungan keduanya tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

“Dengan memperkuat kemitraan strategis, China dan Rusia akan mampu menahan segala upaya untuk menekan dan memecah belah kami,” tegasnya.

Pekan lalu, pesawat tempur militer China dan Rusia melakukan patroli bersama di Laut Jepang dan Laut China Timur. Ini menjadi tanda penguatan hubungan antara Beijing dan Moskwa saat Amerika Serikat menjalani transisi kepresidenan.

Jepang dan Korea Selatan sama-sama mengerahkan jet tempur untuk memantau kontingen, yang terdiri dari empat pembom H-6K China dan dua pembom Tu-95 Rusia pada 22 Desember, menurut laporan dari Tokyo dan Seoul.

Baca juga: Tiru China, Rusia Bangun Rumah Sakit untuk Hadapi Virus Corona

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Wang Yi dari China dan Sergei Lavrov dari Rusia menyerukan kesimpulan dari kerja sama bilateral keduanya, yang "memuaskan" selama setahun.

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Global
Jelang Ramadhan Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Jelang Ramadhan Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Internasional
Penembakan Daunte Wright Terjadi akibat Polisi Salah Ambil Pistol

Penembakan Daunte Wright Terjadi akibat Polisi Salah Ambil Pistol

Global
WHO: Wabah Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

WHO: Wabah Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Global
Penembakan Daunte Wright Berujung Demo Ricuh, Minneapolis dalam Kondisi Darurat

Penembakan Daunte Wright Berujung Demo Ricuh, Minneapolis dalam Kondisi Darurat

Global
Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Global
Minum Segelas Disinfektan, Wanita Ini Alami Luka di Perut

Minum Segelas Disinfektan, Wanita Ini Alami Luka di Perut

Global
Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Global
Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Global
Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Global
Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Global
Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
komentar
Close Ads X