Inggris Teken Kesepakatan Dagang dengan Turki Senilai Rp353 Triliun Pasca Brexit

Kompas.com - 30/12/2020, 08:40 WIB
Ilutrasi kerja sama Turki dan Inggris. Dalam foto ini tampak Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu (kanan) dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, berjabat tangan setelah konferensi pers di Ankara, Turki, pada 3 Maret 2020. AFP/ADEM ALTANIlutrasi kerja sama Turki dan Inggris. Dalam foto ini tampak Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu (kanan) dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, berjabat tangan setelah konferensi pers di Ankara, Turki, pada 3 Maret 2020.

LONDON, KOMPAS.com - Inggris telah menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Turki, perjanjian pertama setelah kesepakatan Brexit untuk meninggalkan Uni Eropa, lapor AFP, senilai 25 milliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp353 triliun Selasa (29/12/2020).

Dilansir dari The Guardian, kesepakatan perdagangan bebas itu merupakan suatu perkembangan yang akan memperkuat jalinan antara 2 negara 'pencilan' Eropa.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh kedua menteri perdagangan, Selasa, dalam video konferensi dan akan mulai berlaku pada 1 Januari.

Baca juga: Kesepakatan Dagang Brexit Disetujui, Nelayan Inggris Protes

Perjanjian tersebut memastikan bahwa arus barang yang ada tak akan terpengaruh ketika Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa di akhir tahun 2020.

Perdagangan antara London dan Ankara bernilai 18,6 miliar Pound Inggris pada 2019, dan Inggris adalah pasar ekspor terbesar kedua Turki, sebagian besar untuk logam mulia, kendaraan, tekstil, dan peralatan listrik.

Meskipun Turki bukan anggota UE, Turki memiliki serikat pabean dengan UE, yang berarti bahwa kesepakatan baru Inggris-Turki tidak dapat dicapai sampai kesepakatan Brexit terselesaikan.

Baca juga: Kesepakatan Brexit Akhirnya Disetujui, Berikut Poin-poinnya

“Kesepakatan hari ini memberikan kepastian penting untuk bisnis dan mendukung ribuan pekerjaan di Inggris dalam industri manufaktur, otomotif dan baja,” kata sekretaris perdagangan internasional Inggris, Liz Truss.

"Ini membuka jalan bagi kesepakatan baru yang lebih ambisius dengan Turki dalam waktu dekat, dan merupakan bagian dari rencana kami untuk menempatkan Inggris di pusat jaringan perjanjian modern dengan perekonomian yang dinamis."

Menteri perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan, menyebut kesepakatan itu menengarai dalam hubungan Inggris-Turki.

Baca juga: Uni Eropa Ingatkan Tenggat Waktu Brexit, Inggris: Terserah

“Tanpa kesepakatan, sekitar 75 persen ekspor Turki ke Inggris akan dikenakan tarif, menyebabkan kerugian sekitar 2,4 miliar dollar Amerika Serikat (AS) risiko ini sekarang tidak ada,” katanya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

Global
Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Global
Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
komentar
Close Ads X