Joe Biden: Pemerintahan Trump Halang-halangi Proses Transisi

Kompas.com - 29/12/2020, 19:28 WIB
Presiden terpilih Joe Biden berbicara pada hari Rabu, 25 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS. AP/Carolyn KasterPresiden terpilih Joe Biden berbicara pada hari Rabu, 25 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS.

WILMINGTON, KOMPAS.comPresiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali melancarkan kritik pedas terhadap sosok yang akan segera digantikannya, petahana Donald Trump.

Dalam konferensi pers Senin (28/12/2020) seperti dikutip The Guardian, Biden mengecam pemerintahan Presiden Trump yang menghalang-halangi proses transisi kepresidenan.

Kecaman khususnya ditujukan kepada pejabat Kementerian Pertahanan AS, atau kerap disebut Pentagon.

Baca juga: Pemimpin Militer AS bersiap jika Trump Gunakan Cara Ini untuk Jegal Biden

“Sejumlah kementerian sejauh ini memfasilitasi proses transisi yang mulus. Namun ada juga kementerian lain, khususnya Pentagon, yang mempersulit transisi. Pentagon dan Kantor Anggaran Negara memberikan begitu banyak kesulitan kepada tim keamanan nasional saya.” tutur Biden.

Politisi gaek berusia 78 tahun itu melanjutkan, tim keamanan nasionalnya tidak kunjung menerima seluruh informasi yang penting. Misal sampai saat ini Biden tidak mengetahui bagaimanakah pengaturan anggaran di Pentagon.

Adapun Pentagon secara mendadak awal bulan ini menghentikan proses transisi yang telah dilakukan dengan tim keamanan nasional Biden tanpa alasan yang jelas.

Pejabat Pentagon berkilah bahwa pertemuan ditunda hingga Januari atas kesepakatan bersama. Namun hal ini dibantah oleh tim transisi Biden.

Pentagon juga menyampaikan telah melakukan 163 wawancara dan memberikan 181 informasi yang diminta. Biden menyebut hal ini tidak benar karena pejabat Kemenhan jelas menolak memberikan informasi yang telah diminta.

Biden juga mencerca kehancuran parah yang dialami oleh Pentagon dan kementerian lain seperti Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Nasional sejak Trump berkuasa.

“Kementerian-kementerian ini mengalami krisis staf, krisis kapasitas, dan krisis moral. Ini sangat mengancam upaya untuk melindungi warga Amerika.” suami Jill Biden itu menyebut.

Trump sendiri sampai saat ini tidak kunjung mengakui kekalahannya, 18 hari menjelang meninggalkan Gedung Putih. Padahal mengakui kekalahan adalah tradisi penting dalam ratusan tahun demokrasi "Negeri Uncle Sam".

Presiden 74 tahun itu terus menebar kebohongan dan teori konspirasi melalui Twitternya, bahwa dialah pemenang pilpres yang sesungguhnya dan telah terjadi kecurangan berskala besar yang merugikannya.

Trump juga tidak menunjukan itikad untuk menelepon apalagi mengundang Biden ke Gedung Putih. Taipan real estat ini juga tidak berencana menghadiri pelantikan suksesornya itu pada 20 Januari 2021.

Baca juga: Serangan Siber Hantam AS Bertubi-tubi, Joe Biden Kecam Donald Trump


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Ancam Balas Sanksi yang 'Tak Bisa Dihindari' AS

Rusia Ancam Balas Sanksi yang "Tak Bisa Dihindari" AS

Global
Kim Jong Un Rayakan Ulang Tahun Pendiri Korea Utara

Kim Jong Un Rayakan Ulang Tahun Pendiri Korea Utara

Global
[POPULER GLOBAL] Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual | Ratu Elizabeth II Beri Pantangan di Makam Pangeran Philip

[POPULER GLOBAL] Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual | Ratu Elizabeth II Beri Pantangan di Makam Pangeran Philip

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

Internasional
Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Global
Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Global
Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan 'Garis Invasi'

Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan "Garis Invasi"

Global
1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya 'Ibu' Akan Menyelamatkan

1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya "Ibu" Akan Menyelamatkan

Global
Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Global
Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Global
Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Global
Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Global
AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Global
Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Global
Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Global
komentar
Close Ads X