Warga Asing Dilarang Masuk Jepang Sampai Akhir Januari 2021

Kompas.com - 28/12/2020, 15:03 WIB
Jepang melarang masuknya semua warga negara asing bukan penduduk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona baru dan berpotensi lebih menular yang telah tersebar di seluruh Inggris. AP PHOTO/YUKA ANDOJepang melarang masuknya semua warga negara asing bukan penduduk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona baru dan berpotensi lebih menular yang telah tersebar di seluruh Inggris.

Area tersebut saat ini menjalankan aturan pembatasan tertinggi kedua. Ada seruan untuk menaikkan batasan ke level tertinggi, tetapi pemerintah enggan melakukannya karena kekhawatiran tentang ekonomi.

Baca juga: Jordania Negara Ke-17 yang Laporkan Kasus Varian Baru Virus Corona

Menteri Kesehatan Kwon Deok-cheol mengatakan pada Minggu (27/12/2020), pemerintah akan mempertahankan pembatasan saat ini di wilayah Seoul hingga 3 Januari.

Dia mengatakan tingkat aturan jarak tertinggi ketiga yang diberlakukan di wilayah lain juga akan tetap berlaku hingga 3 Januari.

Kwon menyatakan Korea Selatan mencatat rata-rata 999 kasus baru per hari minggu lalu, dengan 690 kasus di wilayah Seoul.

Di bawah aturan saat ini, kelub malam, ruang karaoke, pusat kebugaran, dan sekolah asrama di wilayah Seoul telah menghentikan operasi.

Sebagai langkah tambahan, pihak berwenang pekan lalu melarang pertemuan sosial lebih dari lima orang. Resor ski dan tempat wisata lainnya juga diperintahkan untuk ditutup.

Pembatasan ketat akan menutup ratusan ribu lebih bisnis dan memerintahkan perusahaan agar semua karyawan yang tidak penting bekerja dari rumah.

Baca juga: Khawatir Penyebaran Varian Baru Virus Corona, India Lacak 800 Lebih Wisatawan Inggris

Korea Selatan telah melaporkan 56.872 kasus secara keseluruhan, termasuk 808 kematian.

Sedangkan Pejabat Beijing melaporkan lima kasus virus corona baru yang ditularkan secara lokal, ketika pihak berwenang bergegas untuk menguji warga secara massal.

Kelima kasus, terkait dengan infeksi sebelumnya, berada di distrik kota Shunyi. Sejak itu, kota tersebut mengaktifkan rencana tanggap darurat termasuk pengujian massal, pelacakan sumber, dan melakukan desinfeksi.

Hingga Sabtu siang (26/12/2020), lebih dari 120.000 telah menjalani uji virus corona. Pihak berwenang berencana untuk menguji 800.000 orang di distrik tersebut.

Secara terpisah, para pejabat melaporkan empat kasus yang ditularkan secara lokal di kota pelabuhan timur laut Dalia. Lebih dari 4,75 juta orang dites di sana, setelah lebih dari 20 kasus dikonfirmasi bulan ini.

Tercatat ada 22 kasus baru dalam 24 jam terakhir, termasuk 10 kasus impor dan 12 kasus domestik di China. Negeri Tirai Bambu itu sejauh ini melaporkan total 86.955 kasus, dengan 4.634 kematian.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona di Inggris Masuk ke Singapura Melalui Seorang Pelajar

Halaman:
Baca tentang

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Global
Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Global
AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

Global
Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Global
Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Global
Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Global
KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

Global
Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam 'Russophobia' dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam "Russophobia" dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Global
Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Global
Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Global
Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Internasional
Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Global
China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

Global
Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Global
komentar
Close Ads X