Kompas.com - 27/12/2020, 15:27 WIB
Raffly Muhammad, mahasiswa Indonesia yang kini sedang menempuh studi magister teknik fisika di Technische Universität Berlin di Jerman. DOK PRIBADI/RAFFLY MUHAMMAD via DW INDONESIARaffly Muhammad, mahasiswa Indonesia yang kini sedang menempuh studi magister teknik fisika di Technische Universität Berlin di Jerman.

Raffly pun membawa pulang hadiah uang tunai serta berkesempatan menjadi "duta besar" selama sehari.

Baca juga: Mendikbud: Kuliah di Harvard Menjadikan Saya Wirausahawan

Magang di Perusahaan Energi Ternama Jerman

"Susah banget dapat slot untuk werkstudent (kerja paruh waktu sebagai mahasiswa), saya udah berkali-kali masukkan aplikasi - wawancara ditolak, lamar lagi wawancara lagi lalu ditolak lagi."

"Saya coba lagi tapi yang terakhir ini dibilang ada kabar buruk - ditolak lagi, tapi kabar baik ada departemen lain yang sedang nyari, langsunglah bilang oke, langsung wawancara di departemen gas turbine Siemens Energy, eh langsung cocok dan diterima," jelas mahasiswa yang berasal dari Jakarta ini.

Untuk bisa bekerja sampingan sembari kuliah di Siemens Energy, Raffly mengakui bahwa seseorang perlu membuktikan pengalaman mengerjakan proyek atau simulasi teknik.

Tak harus proyek besar - bisa saja tugas kuliah, di mana tugas ini dikerjakan dengan suatu software. Software seperti Matlab, Python, atau bahkan Excel bisa membantu mempermulus lamaran pekerjaan.

"Misalkan Excel saja, bukan sekedar bilang 'bisa' tapi harus bisa membuktikan sudah mengerjakan apa saja dengan Excel itu," ujar Raffly dengan semangat berbagi pengalamannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Raffly pun menyempatkan waktu mengulik software, karena pengajaran di kelas tidaklah cukup.

Baca juga: Jika Kuliah Sepenuhnya Daring, Pelajar Asing Akan Dipaksa Keluar AS

Sejak tujuh bulan bergabung dengan Siemens, Raffly tak habis terpukau dengan teknologi yang Siemens miliki serta proyek energi yang digarap Siemens secara internasional.

"Ngobrol sama mentor saja rasanya belajar banyak sekali. Dia berbagi kisah dengan ragam proyek instalasi yang ditangani di Jerman atau di luar negeri, jenis energi dil uar fossil fuel yang terus dikembangkan mereka seperti misalnya Hidrogen ... banyak sekali masukan yang bermanfaat," ungkap Raffly.

Raffly menikmati masa belajar dan bekerjanya di Siemens, meski diakuinya berkomunikasi di perusahaan besar tidaklah mudah, berbeda dengan komunikasi yang akrab dan familiar saat dulu bekerja di start-up.

Seusai studi, Raffly berharap untuk bisa melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi lagi dengan peminatan metode energi terbarukan.

"Lebih lanjut lagi saya ingin mengulik lebih lanjut misalnya bagaimana mengurangi efek suara bising dari kincir angin, atau banyak tema lainnya dari energi terbarukan selain kincir angin," jelas Raffly.

Baca juga: Hidup Mewah Pangeran Qatar Saat Kuliah di AS: Foya-foya di Las Vegas dan Koleksi Supercars

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Kota Jepang Catatkan 3.177 Kasus Covid-19 Baru, Rekor dalam 2 Hari Beruntun

Ibu Kota Jepang Catatkan 3.177 Kasus Covid-19 Baru, Rekor dalam 2 Hari Beruntun

Global
Selundupkan Batu Bara Korea Utara ke Indonesia, Pria Australia Ini Dipenjara

Selundupkan Batu Bara Korea Utara ke Indonesia, Pria Australia Ini Dipenjara

Global
Gangster yang Ditakuti Berjuluk 'Si Rambut' Ini Ditangkap dalam Baku Tembak

Gangster yang Ditakuti Berjuluk "Si Rambut" Ini Ditangkap dalam Baku Tembak

Global
Pakar: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir di Dunia yang Keluar dari Krisis Pandemi Covid-19

Pakar: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir di Dunia yang Keluar dari Krisis Pandemi Covid-19

Global
Guncang dan Tampar Keras Atlet Olimpiade, Pelatih Judo Jerman Disorot

Guncang dan Tampar Keras Atlet Olimpiade, Pelatih Judo Jerman Disorot

Global
Kepada China, Taliban Janji Afghanistan Takkan Jadi Sarang Separatis

Kepada China, Taliban Janji Afghanistan Takkan Jadi Sarang Separatis

Global
Kedutaan Kuba di Paris Diserang Bom Molotov, Pejabat Salahkan AS

Kedutaan Kuba di Paris Diserang Bom Molotov, Pejabat Salahkan AS

Global
Ibu Mereka Meninggal karena Covid-19, Keponakan Presiden Tajikistan Pukuli Menkes

Ibu Mereka Meninggal karena Covid-19, Keponakan Presiden Tajikistan Pukuli Menkes

Global
Kebakaran Besar di Oregon Hancurkan Lebih dari 400 Bangunan dan 340 Kendaraan

Kebakaran Besar di Oregon Hancurkan Lebih dari 400 Bangunan dan 340 Kendaraan

Global
Rusia Buat Dua “Pesawat Kiamat” Pusat Komando Udara saat Perang Nuklir

Rusia Buat Dua “Pesawat Kiamat” Pusat Komando Udara saat Perang Nuklir

Global
4 Tahun Setelah Perang di Raqqa, Anak-anak Tinggal di Tengah Kehancuran Kota

4 Tahun Setelah Perang di Raqqa, Anak-anak Tinggal di Tengah Kehancuran Kota

Global
Kakak Cristiano Ronaldo Dirawat karena Pneumonia dari Covid-19

Kakak Cristiano Ronaldo Dirawat karena Pneumonia dari Covid-19

Global
Pasca Presiden Ambil Alih Semua Pemerintahan, Rakyat Tunisia Khawatir Perang Saudara

Pasca Presiden Ambil Alih Semua Pemerintahan, Rakyat Tunisia Khawatir Perang Saudara

Global
Jerman Klaim Setengah Penduduk Negara Sudah Divaksin 2 Kali

Jerman Klaim Setengah Penduduk Negara Sudah Divaksin 2 Kali

Global
Manuver Agresif Pesawat Rusia Dituding Sengaja Pancing NATO Menembak Duluan

Manuver Agresif Pesawat Rusia Dituding Sengaja Pancing NATO Menembak Duluan

Global
komentar
Close Ads X