Lewat Telepon, PM Israel Undang Raja Maroko Mohammed VI Berkunjung ke Negaranya

Kompas.com - 26/12/2020, 09:51 WIB
Kombinasi gambar file yang dibuat pada 11 Desember 2020 ini menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama konferensi pers, pada 30 Agustus 2020 dan Raja Maroko Mohammed VI berbicara selama pertemuan puncak di Sungai Kongo di Brazzaville pada 29 April, 2018. AFP/DEBBIE HILLKombinasi gambar file yang dibuat pada 11 Desember 2020 ini menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama konferensi pers, pada 30 Agustus 2020 dan Raja Maroko Mohammed VI berbicara selama pertemuan puncak di Sungai Kongo di Brazzaville pada 29 April, 2018.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam percakapan teleponnya dengan Raja Maroko Mohammed VI mengundang raja tersebut untuk datang ke Israel, lapor kantor presiden Israel dikutip AFP, Jumat (25/12/2020).

Panggilan telepon itu dilakukan 3 hari setelah delegasi Israel menandatangani perjanjian normalisasi "Abraham Accord" dengan Maroko di Rabat.

Pernyataan dari kepresidenan Israel mengatakan bahwa kedua pemimpin itu saling ucapkan selamat satu sama lain atas pembaruan jalinan kedua negara.

Baca juga: Jerman Ingin Menilai Kembali Kesepakatan Nuklir Iran, Israel Sambut Baik

"Sebagai tambahan, proses serta mekanisme implementasi perjanjian sudah ditentukan," ungkap pernyataan tersebut.

Maroko menjadi negara Arab ketiga di Afrika Utara yang tahun ini menormalisasi hubungan dengan "Negara Yahudi" Israel diperantarai oleh Amerika Serikat (AS).

Selama percakapan yang 'hangat dan bersahabat' itu, Netanyahu mengundang Mohammed VI untuk mengunjungi Israel.

Baca juga: Damai dengan Maroko, Israel Kirim Delegasi Perdana ke Rabat

Raja Mohammed VI, juga "mengingat hubungan yang kuat dan khusus antara komunitas Yahudi asal Maroko dan monarki Maroko".

Dia juga menyatakan kembali posisi kerajaan Maroko yang koheren, teguh dan tidak berubah dalam masalah Palestina.

Selain itu, Raja Maroko juga menyambut baik pengaktifan kembali mekanisme kerja sama dengan Israel, tambahnya.

Baca juga: Setelah Maroko, Bhutan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Empat kesepakatan bilateral ditandatangani pada Selasa antara Israel dan Maroko, berfokus pada hubungan udara langsung, pengelolaan air, menghubungkan sistem keuangan dan pengaturan pembebasan visa untuk diplomat.

Israel dan Maroko juga akan membuka kembali kantor diplomatik keduanya.

Maroko menutup kantor penghubungnya di Tel Aviv pada tahun 2000, pada awal intifada kedua Palestina, atau pemberontakan.

Maroko sendiri memiliki komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara dengan sekitar 3.000 orang, dan Israel adalah rumah bagi 700.000 orang Yahudi asal Maroko.

Baca juga: Maroko Sepakati Normalisasi dengan Israel, Trump: Sebuah Terobosan Besar


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X