Pakar Peringatkan Potensi Virus Baru Lebih Mematikan Muncul Usai Pandemi Covid-19

Kompas.com - 24/12/2020, 21:40 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studioIlustrasi virus corona

Prof Muyembe sekarang menjalankan Institut National de Recherche Biomédicale di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo.

Ia memperingatkan akan ada lebih banyak penyakit zoonosis yang berpotensi muncul, di mana patogen melompat antara hewan dan manusia.

Covid-19 adalah penyakit zoonosis yang dikhawatirkan beberapa orang melanda manusia di pasar basah di Wuhan, China, pada akhir tahun lalu.

Baca juga: Thailand Gelar Pilkada di Tengah Protes Massa dan Pandemi Covid-19

Akibat ekosistem yang rusak

Prof Muyembe percaya manusia yang dengan cepat merambah ke alam liar sangat meningkatkan risiko pandemi baru.

"Jika Anda pergi ke hutan...Anda akan mengubah ekologi, dan serangga dan tikus akan meninggalkan tempat ini dan datang ke desa-desa...jadi inilah penularan virus, dari patogen baru," katanya.

Salah satu ekspor utama Kongo adalah "daging hewan liar" dari buaya, simpanse, dan hewan eksotik lainnya yang disembelih dan dijual di pasar jalanan.

Hewan-hewan ini bisa jadi menyimpan virus baru yang berbahaya yang menunggu untuk melompat ke manusia, kata para ahli yang khawatir.

Baca juga: Korea Utara Lanjutkan Pembangunan Situs Wisata Inklusif di Tengah Pandemi Covid-19

Hanya 15 tahun yang lalu, hutan tropis yang penuh dengan satwa liar eksotis dianggap mengancam manusia dengan menyembunyikan virus dan patogen yang menyebabkan penyakit baru pada manusia, seperti Ebola dan demam berdarah.

Namun, para peneliti sekarang percaya bahwa sebenarnya penghancuran keanekaragaman hayati oleh umat manusialah yang menciptakan kondisi untuk virus dan penyakit baru, seperti Covid-19, berkembang.

“Kita menyerang hutan tropis dan habitat liar lainnya, yang menampung begitu banyak spesies hewan dan tumbuhan, dan di dalam makhluk itu, begitu banyak virus yang tidak dikenal,” tulis David Quammen, penulis Spillover: Animal Infections and the Next Pandemic, di New York Times.

Halaman:

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X