Trump Beri Ampunan Hukum 29 Orang Termasuk Charles Kushner, Ayah dari Menantunya Jared Kushner

Kompas.com - 24/12/2020, 10:33 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Penasihat Senior Kepresidenan sekaligus menantunya, Jared Kushner, saat berada di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 11 September 2020. AFP PHOTO/ANDREW CABALLERO-REYNOLDSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Penasihat Senior Kepresidenan sekaligus menantunya, Jared Kushner, saat berada di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 11 September 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump pada Rabu (23/12/2020) telah mengampuni dan mengurangi hukuman untuk 29 orang, termasuk Paul Manafort, Roger Stone, dan Charles Kushner, ayah dari menantunya, Jared Kushner.

Trump mengampuni mantan ketua kampanyenya Paul Manafort, yang dihukum sebagai bagian dari penyelidikan Robert Mueller tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan AS 2016.

Melansir ABC News pada Rabu (23/12/2020), pengampunan Trump terhadap Manafort, mantan ketua kampanyenya, membuat ia tidak menjalani sebagian besar masa hukuman penjara 7,5 tahun.

Baca juga: Serangan Roket ke Kedutaan AS di Baghdad, Trump Ancam Iran

Manafort (70 tahun) adalah orang yang pertama di lingkaran dalam Trump untuk menghadapi tuduhan yang dibawa oleh penasihat khususnya, Robert Mueller.

Presiden Trump telah meringankan hukuman penjara Stone pada Juli, sehari sebelum dia dijadwalkan mulai menjalani hukuman penjara 3 tahun dan 4 bulan.

Baca juga: Trump Minta Kongres Ubah Paket Bantuan Covid-19 yang Mubazir

Stone dihukum pada November 2019 oleh hakim Washington karena berbohong di bawah sumpah kepada Kongres yang juga menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Kushner, ayah dari menantu Trump, Jared Kushner, dijatuhi hukuman 2 tahun penjara setelah mengaku bersalah pada 2004 atas 18 tuduhan penggelapan pajak, merusak saksi, dan memberikan sumbangan kampanye yang melanggar hukum.

Baca juga: Serangan Siber Hantam AS Bertubi-tubi, Joe Biden Kecam Donald Trump

Dalam keadaan yang tidak biasa, pria yang menuntut Charles Kushner adalah Chris Christie, sekarang mantan Gubernur New Jersey, yang juga pernah menjabat sebagai penasihat Trump.

Christie yang dikutip oleh CNN mengatakan kasus Charles Kushner adalah "salah satu kejahatan yang paling menjijikkan" yang dituntutnya.

Tindakan tersebut menambah jumlah orang yang telah diberikan grasi oleh Trump menjadi 49, baik melalui pengampunan atau peringan hukuman, dalam 2 hari terakhir.

Baca juga: Joe Biden Puji Trump saat Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Pertamanya

Kemarin, dia mengampuni 2 orang yang dihukum dalam penyelidikan penasihat khusus Robert Mueller, mantan anggota Kongres yang merupakan pendukung awal dan mantan kontraktor pemerintah, yang dihukum dalam pembunuhan warga sipil Irak.

Diperkirakan akan datang lebih banyak lagi grasi yang dikeluarkan Trump, seperti yang dilansir dari ABC News.

Baca juga: Sebelum Lengser, Trump Ingin Gedung Pemerintah Jadi Cantik


Sumber ABCNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Melepas Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Melepas Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
komentar
Close Ads X