Vatikan Sebut Vaksin Covid-19 'Secara Moral Bisa Diterima' Meski Terbuat dari Jaringan Sel Janin Hasil Aborsi

Kompas.com - 24/12/2020, 06:53 WIB
Paus Fransiskus menyapa umatnya di audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (26/2/2020). Remo Casilli/REUTERSPaus Fransiskus menyapa umatnya di audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (26/2/2020).

KOMPAS.com - Vatikan menyatakan penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan menggunakan jaringan sel dari janin hasil diaborsi "secara moral dapat diterima".

Dalam pernyataannya pada Senin (21/12/2020), Kongregasi Doktrin Iman Vatikan menyebut jika tidak ada alternatif lain, vaksin semacam itu "dapat digunakan dengan hati nurani yang baik".

Dalam beberapa bulan terakhir, Kongregasi telah menerima beberapa permintaan panduan terkait penggunaan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yang dalam proses penelitian dan produksi menggunakan lini sel yang diambil dari jaringan yang diperoleh dari janin hasil aborsi yang terjadi puluhan tahun lalu.

Baca juga: Laporan Vatikan: 2 Paus Gereja Katolik Abaikan Tuduhan Pelecehan Seks Kardinal AS

Namun Vatikan menegaskan diperbolehkannya penggunaan vaksin yang dikembangkan dari jaringan sel janin yang diaborsi tidak serta merta melegitimasi praktik aborsi.

"Semua vaksinasi yang diakui aman dan efektif secara klinis dapat digunakan dengan hati nurani yang baik," tulis Kongregasi Doktrin Iman Vatikan dalam sebuah pernyataan.

"Namun, harus ditekankan bahwa penggunaan yang sah secara moral dari jenis vaksin ini, dalam kondisi tertentu yang membuatnya demikian, tidak dengan sendirinya merupakan legitimasi, bahkan tidak langsung, dari praktik aborsi, dan dengan sendirinya dianggap bertentangan dengan praktik ini oleh mereka yang menggunakan vaksin ini," tulis pernyataan itu.

Baca juga: Pesan Natal Paus: Hentikan “Gosip” yang Memicu Konflik

Vatikan pula menegaskan pernyataan itu hanya untuk mempertimbangkan aspek moral dari penggunaan vaksin untuk Covid-19 yang telah dikembangkan dari lini sel yang berasal dari jaringan yang diperoleh dari dua janin yang diaborsi namun tidak secara spontan.

Pernyataan yang telah mendapat persetujuan dari Paus Fransiskus, juga mengatakan ada "keharusan moral" untuk memastikan bahwa negara-negara yang lebih miskin menerima akses ke vaksin yang efektif.

Pro dan kontra terkait virus corona telah memecah belah tokoh gereja. Namun, Konferensi Uskup Katolik AS menyetujui penggunaan vaksin.

Baca juga: Tahun Depan, Paus Fransiskus Berencana Kunjungi Irak

"Mengingat urgensi krisis ini, kurangnya vaksin alternatif yang tersedia, dan fakta bahwa hubungan antara aborsi yang terjadi puluhan tahun lalu, inokulasi dengan vaksin Covid-19 baru dalam keadaan dapat dibenarkan secara moral," kata sebuah dokumen yang diterbitkan oleh dua anggota kelompok itu.

Dikatakan bahwa inokulasi yang diproduksi oleh perusahaan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna, yang keduanya menggunakan lini sel yang berasal dari janin yang diaborsi untuk menguji vaksin mereka, lebih dipilih daripada vaksin Oxford/AstraZeneca, yang menggunakan sel tersebut dalam tahapan desain, pengembangan, produksi dan pengujian.

Namun, jika tidak ada pilihan yang tersedia, "diperbolehkan untuk menerima vaksin AstraZeneca", kata dokumen itu.

Baca juga: China: Kritikan Paus Fransiskus Tidak Berdasar terhadap Minoritas Muslim Uighur

Beberapa negara dengan jumlah kasus virus corona tertinggi memiliki populasi Katolik yang signifikan, termasuk Brasil, Meksiko, Italia, dan Spanyol.

Berita tentang keputusan Vatikan tentang masalah ini muncul ketika kantor berita AFP melaporkan bahwa dua kardinal yang dekat dengan Paus Fransiskus dinyatakan positif terpapar virus corona.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

Global
[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

Global
Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Internasional
20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X