Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/12/2020, 21:17 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Editor

KOMPAS.com - Mumi anak serigala purba yang hidup sekitar 56.000 tahun lalu ditemukan di Kanada utara, kata para ilmuwan.

Tersembunyi di lapisan es selama puluhan ribu tahun, anak serigala betina itu ditemukan oleh seorang penambang emas di dekat kota Dawson di wilayah Yukon pada tahun 2016.

Sejak itu mumi anak serigala itu diberi nama Zhur, yang berarti serigala, dalam bahasa asli setempat di Tr'ondek Hwech'in, Yukon, salah-satu First Nation di Kanada.

Baca juga: Mesir Pamerkan 100 Peti Mati Kuno Sebagian Berisi Mumi Berusia 2.500 Tahun, Ini Penampakannya...

Kini, para ilmuwan mengatakan anak serigala yang kulit, rambut dan giginya masih utuh, adalah "mumi serigala terlengkap yang pernah ditemukan".

"Dia pada dasarnya 100 persen utuh - yang hilang hanyalah matanya," kata penulis utama Profesor Julie Meachen, seorang paleontolog dan profesor anatomi di Des Moines University di Iowa, Kanada, kepada situs berita sains EurekAlert!.

Menggunakan teknik yang beragam, tim ilmuwan tersebut dapat menentukan banyak aspek kehidupan anak serigala itu, mulai dari usia dan pola makan, hingga kemungkinan penyebab kematiannya.

Baca juga: 160 Peti Mati Mesir Kuno, Beberapa Makam Mumi Disegel Kutukan

Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Current Biology pada Senin (21/12/2020), menunjukkan anak serigala dan induknya memakan makanan dari sumber daya akuatik, termasuk ikan salmon.

Dengan membandingkan data dari DNA serigala dan analisis dari enamel taringnya, tim peneliti menemukan bahwa anak serigala itu hidup dan mati sekitar 56.000 sampai 57.000 tahun lalu.

Sementara itu, rontgen tubuh menunjukkan dia berusia sekitar enam hingga delapan minggu ketika mati.

Baca juga: Mumi-mumi di Mesir Terus Bermunculan, Kini Jumlahnya Lebih dari 100

Studi tersebut mencatat bahwa sementara fosil serigala purba relatif umum di Yukon atau tetangganya Alaska, mumi mamalia yang lebih besar jarang ditemukan.

"Kami pikir dia ada di sarangnya dan meninggal seketika karena roboh," kata Profesor Meachen.

"Data kami menunjukkan bahwa dia tidak kelaparan dan berusia sekitar 7 minggu ketika dia meninggal, jadi kami merasa sedikit lebih baik mengetahui gadis kecil yang malang itu tidak menderita terlalu lama."

Baca juga: Peneliti Ungkap Isi di Balik Mumi Mesir Kuno Berselimut Semen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com