Serangan Siber Hantam AS Bertubi-tubi, Joe Biden Kecam Donald Trump

Kompas.com - 23/12/2020, 10:58 WIB
Presiden terpilih Joe Biden berbicara pada hari Rabu, 25 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS. AP/Carolyn KasterPresiden terpilih Joe Biden berbicara pada hari Rabu, 25 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat ( AS) terpilih Joe Biden mengecam reaksi Presiden AS Donald Trump atas sejumlah serangan siber yang menyusupi berbagai lembaga penting di AS.

Dilansir dari The New Daily, para ahli meyakini serangan siber tersebut merupakan hasil kerja intelijen Rusia.

Biden mengatakan, dia menyangkal pernyataan Trump yang menyebut serangan siber terhadap AS masih terkendali.

Biden menambahkan jika dia resmi dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari 2021, dia berjanji tak akan memberi ampun terhadap serang siber itu.

Baca juga: Serangan Hacker Bertubi-tubi, Pakar Keamanan di AS Kewalahan

Aksi serangan siber yang terungkap pekan lalu lalu setidaknya telah menyerang enam lembaga pemerintah AS dan menyebabkan ribuan perusahaan AS terekspos.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperkirakan serangan siber tersebut tampaknya dilakukan oleh pemerintah Rusia.

Pernyataan Pompeo kontras dengan pernyataan Trump yang mengatakan bahwa upaya penyusupan itu mungkin ulah para aktor China.

“Ini adalah risiko besar dan terus berlanjut. Saya tidak melihat bukti bahwa itu terkendali. Saya tidak melihat apapun,” Biden kepada wartawan di Wilmington, Delaware, AS.

Baca juga: Lembaga Nuklir AS Diserang Hacker, Pejabat: Serangan Terburuk dalam Sejarah Amerika

Bahkan, imbuh Biden, Kementerian Pertahanan AS tidak memberikan informasi apa pun kepadanya meski proses transisi kekuasaan telah dimulai.

Biden juga menyalahkan Trump karena dianggap telah melucuti pertahanan AS terhadap serangan dunia siber.

Dia menambahkan bahwa pemerintahan Trump gagal memprioritaskan keamanan siber.

Biden, yang mengalahkan Trump dalam pilpres AS, mengatakan pemerintahannya akan mengambil langkah-langkah yang penting untuk menanggapi pelanggaran tersebut.

Baca juga: Setelah Kemenkeu dan Kemendag, Hacker Serang Kementerian Energi AS

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Global
Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Global
Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Global
Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Global
Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Global
Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Global
Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X