Kompas.com - 23/12/2020, 06:56 WIB

MEXICO CITY, KOMPAS.com – Sejak 2000, sebanyak 119 jurnalis dilaporkan telah dibunuh di Meksiko.

Tingginya angka kematian jurnalis tersebut menjadikan Meksiko sebagai negara paling berbahaya bagi jurnalis di seluruh dunia, menurut Committee to Protect Journalists.

Committee to Protect Journalists adalah organisasi independen nirlaba yang didedikasikan untuk kebebasan berbicara dan perlindungan hak jurnalis di seluruh dunia.

Meksiko menempati peringkat teratas sebagai negara yang paling berbahaya nagi jurnalis, disusul Afghanistan pada peringkat kedua dan Filipina para urutan ketiga.

Baca juga: Ponsel Jurnalis Al Jazeera Diretas Spyware Bikinan Israel, Arab Saudi dan UEA Dituduh Jadi Dalangnya

Pada 2020 saja, ada delapan jurnalis yang dilaporkan telah dibunuh di negara tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Rabu (23/12/2020).

Para jurnalis yang terbunuh adalah mereka yang membuat berita mengenai pejabat korup dan kaitannya dengan kejahatan terorganisasi.

Pada 2017, seorang jurnalis bernama Miroslava Breach dibunuh secara brutal 2017 di negara bagian Chihuahua, Meksiko sebelah utara.

Miroslava dibunuh karena memberitakan mengenai anggota geng lokal dan hubungan mereka dengan politisi.

Baca juga: Mantan Wali kota Negara Bagian Chihuahua Meksiko Ditangkap Terlibat Pembunuhan Jurnalis

Dia ditembak sebanyak delapan kali di kepala ketika menunggu untuk mengantarkan putranya berangkat ke sekolah.

Pada pekan ini, mantan Gubernur Chihuahua, Hugo Amed Schulz, ditangkap karena bekerja sama dalam pembunuhan Miroslava.

Dua tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan itu masih dalam pelarian.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berjanji untuk mengakhiri kekerasan terhadap jurnalis sejak pertama kali menjabat.

Baca juga: [VIDEO] Momen Terduga Agen Rahasia Rusia Ini Tutup Pintu Saat Didatangi Jurnalis CNN

Namun, kekerasan dan pembunuhan jurnalis demi membungkam media masih saja terjadi dan telah menjadi “kelaziman” selama pemerintahannya.

Selain itu, Obrador juga terlibat dalam serangan langsung terhadap sejumlah awak media.

Obrador bahkan menuduh sejumlah awak media tersebut sebagai agitator dan anggota partai politik yang menentang pemerintahannya.

Untuk melanjutkan investigasi terhadap wartawan yang terbunuh di Meksiko, jaringan jurnalistik global, Forbidden Stories, meluncurkan seri investigasi bernama The Cartel Project.

Investigasi tersebut menyelidiki jaringan kartel narkoba Meksiko dan hubungannya dengan politisi di seluruh dunia.

Baca juga: Iran Klaim Eksekusi Mati Jurnalis Ruhollah Zam Sah Sesuai Hukum

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Internasional
Media Rusia: Indonesia Dukung Prinsip Satu China

Media Rusia: Indonesia Dukung Prinsip Satu China

Global
China Beri Sanksi 7 Pejabat yang Dukung Kemerdekaan Taiwan

China Beri Sanksi 7 Pejabat yang Dukung Kemerdekaan Taiwan

Global
Kementerian Kehakiman AS Tolak Buka Alasan Gerebek Rumah Trump

Kementerian Kehakiman AS Tolak Buka Alasan Gerebek Rumah Trump

Global
Kenapa Banyak Pejabat AS Kunjungi Taiwan dan Bikin China Marah?

Kenapa Banyak Pejabat AS Kunjungi Taiwan dan Bikin China Marah?

Global
Rusia Wanti-wanti IAEA, Bahaya kalau ke PLTN Zaporizhzhia lewat Kyiv

Rusia Wanti-wanti IAEA, Bahaya kalau ke PLTN Zaporizhzhia lewat Kyiv

Global
PM Inggris Boris Johnson Liburan 2 Kali dalam 2 Minggu Saat Krisis Politik

PM Inggris Boris Johnson Liburan 2 Kali dalam 2 Minggu Saat Krisis Politik

Global
Uni Eropa: Vonis Penjara 6 Tahun Tambahan untuk Aung San Suu Kyi Tidak Adil

Uni Eropa: Vonis Penjara 6 Tahun Tambahan untuk Aung San Suu Kyi Tidak Adil

Global
Rangkuman Hari Ke-173 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Zaporizhzhia Terancam, Kapal Sewaan PBB Berangkat

Rangkuman Hari Ke-173 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Zaporizhzhia Terancam, Kapal Sewaan PBB Berangkat

Global
[POPULER GLOBAL] Kebakaran Gereja Mesir 41 Tewas | Rombongan Parlemen AS ke Taiwan

[POPULER GLOBAL] Kebakaran Gereja Mesir 41 Tewas | Rombongan Parlemen AS ke Taiwan

Global
Di Bawah “Apartheid” ala Taliban: Sebelumnya Saya Polisi Wanita, Sekarang Saya Mengemis di Jalan

Di Bawah “Apartheid” ala Taliban: Sebelumnya Saya Polisi Wanita, Sekarang Saya Mengemis di Jalan

Global
Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Internasional
Putin Promosi Senjata ke Sekutu: Semua Telah Diuji di Medan Pertempuran

Putin Promosi Senjata ke Sekutu: Semua Telah Diuji di Medan Pertempuran

Global
Nasib Pilu TKI di Pertanian Inggris, Dibebani Utang Tinggi oleh Broker

Nasib Pilu TKI di Pertanian Inggris, Dibebani Utang Tinggi oleh Broker

Global
Upaya Terakhir untuk Batalkan Hukuman Korupsi 1MDB Dimulai, Bisakah Najib Razak Bebas?

Upaya Terakhir untuk Batalkan Hukuman Korupsi 1MDB Dimulai, Bisakah Najib Razak Bebas?

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.