Ada Varian Baru Virus Corona, Pejabat Ini Tak Sarankan AS Tutup Perjalanan dari Inggris

Kompas.com - 22/12/2020, 10:35 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona, di Gedung Putih, Washington, pada 20 Maret 2020. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONGPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona, di Gedung Putih, Washington, pada 20 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat ( AS) sampai saat ini belum menyarankan Gedung Putih untuk meningkatkan pembatasan perjalanan dari Inggris.

Padahal banyak negara sudah menerapkan penangguhan penerbangan setelah varian baru virus corona ditemukan di negara tersebut.

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci mengatakan bahwa sementara AS tentunya mengawasi hal tersebut. Tapi dia memeringatkan pihaknya tak ingin bereaksi berlebihan.

Dr Fauci mengatakan akan menyarankan agar AS tidak menangguhkan penerbangan dari Inggris, jika masalah itu dibicarakan selama pertemuan satuan tugas virus corona Gedung Putih pada Senin (21/12/2020).

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield juga mengatakan kepada anggota lain dari satuan tugas virus korona, Laksamana Brett Giroir, dia saat ini tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan tambahan.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Diklaim Tidak Berpengaruh ke Vaksin Saat Ini

Fauci mengatakan meskipun dia tidak mengkritik negara lain yang telah menangguhkan perjalanan ke Inggris, dia saat ini tidak akan merekomendasikan AS untuk mengambil langkah itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ikuti dengan hati-hati, tapi jangan bereaksi berlebihan," kata Fauci tentang varian baru virus corona itu kepada CNN pada Senin (21/12/2020).

Fauci mengatakan dia yakin pejabat Inggris melakukan hal yang benar dengan memantau secara cermat jenis baru tersebut.

Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty memeringatkan bahwa varian baru virus corona dapat menyebar lebih cepat dan sudah menyebabkan 60 persen infeksi baru di London.

Tetapi dia menyatakan, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian baru lebih mematikan atau akan menetralkan efektivitas vaksin yang baru disetujui.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.