Korea Utara Lanjutkan Pembangunan Situs Wisata Inklusif di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 21/12/2020, 19:37 WIB
Dalam gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan televisi Korea Utara KRT, nampak Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un tersenyum saat dia meninggalkan venue parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Korea, 10 Oktober 2020. KRT via APDalam gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan televisi Korea Utara KRT, nampak Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un tersenyum saat dia meninggalkan venue parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Korea, 10 Oktober 2020.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pejabat di Korea Utara berencana membuka kembali kawasan wisata Gunung Kumgang, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, melansir Business Insider pada (20/12/2020).

Media pemerintah menerbitkan foto-foto pejabat tinggi yang mengenakan masker saat mengunjungi situs tersebut. Lokasi ini sebelumnya merupakan proyek patungan dengan Korea Selatan.

Perdana Menteri Korea Utara Kim Tok Hun mengatakan, rencana untuk pembangunan kembali perlu dibuat dan dijalankan, seperti dilaporkan oleh AP.

"Dia menyerukan untuk mendorong proyek pengembangan, mengubah kawasan Gunung Kumgang menjadi kawasan wisata dan budaya internasional yang modern dan inklusif, dalam rencana tahunan dan bertahap," tulis sebuah unggahan di situs berbahasa Inggris KCNA. 

Ditambahkan bahwa proyek tersebut akan mempertahankan prinsip kenyamanan dan keindahan arsitektur dalam konstruksi. Dengan begitu masyarakat dapat menikmati keindahan alam sepenuhnya.

Baca juga: Klaim Korea Utara Nol Kasus Covid-19 Dipertanyakan, Adik Kim Jong Un Marah

Sementara data kasus virus corona terus bertambah dari sebagian besar negara, Korea Utara yang terkenal tertutup tetap tidak bergeming.

Pada akhir November NPR melaporkan, negara itu mengeksekusi setidaknya satu orang yang tampaknya melanggar aturan virus corona, seperti yang diberitahukan kepada anggota parlemen di Korea Selatan dalam briefing intelijen.

Korut juga mengunci Pyongyang, ibu kotanya, dan melarang kegiatan termasuk memancing di laut dalam.

Gunung Kumgang, yang berada tepat di utara zona demiliterisasi (DMZ), telah dijalankan sebagai usaha patungan dengan Korea Selatan. Tempat itu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahun, menurut Al Jazeera.

Wisatawan yang mengunjungi situs akan tinggal di gubuk berwarna-warni yang berjejer di bawah latar belakang Gunung Kumgang.

Baca juga: Korea Utara dapat Sanksi Internasional, China Tetap Beli Batubara dari Pyongyang

Sekitar 2 juta warga Korea Selatan melakukan kunjungan sebelum resor ditutup pada 2008, menurut AP. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan telah memerintahkan beberapa properti dihancurkan, tetapi tidak pernah ditindaklanjuti.

Pada Minggu (20/12/2020), para pejabat mengatakan daerah itu perlu dibangun kembali dengan karakter nasional dan modernisasi. Nilai yang tampaknya menjauh dari rencana kemitraan dengan Korea Selatan.

Saat mereka menjelajahi daerah tersebut, para pejabat mengatakan mereka ingin membangun hotel tingkat dunia, lapangan golf, dan area ski.

Baca juga: Dilarang Berserikat hingga Berekspresi, Pelanggaran HAM Korea Utara Dikecam AS dan Aliansinya

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rudal Suriah Meledak Dekat Reaktor Nuklir Rahasia, Langsung Dibalas Israel

Rudal Suriah Meledak Dekat Reaktor Nuklir Rahasia, Langsung Dibalas Israel

Global
8 Penemuan Revolusioner Muslim dalam Sejarah Dunia, dari Kopi hingga Aljabar

8 Penemuan Revolusioner Muslim dalam Sejarah Dunia, dari Kopi hingga Aljabar

Internasional
Berharap Keberuntungan di Akhirat, Biksu Ini Tewas Memenggal Kepalanya Sendiri

Berharap Keberuntungan di Akhirat, Biksu Ini Tewas Memenggal Kepalanya Sendiri

Global
“Seperti Lahir Kembali,” Cerita Pria yang Akhirnya Merasakan Kebebasan Setelah 70 Tahun di Bui

“Seperti Lahir Kembali,” Cerita Pria yang Akhirnya Merasakan Kebebasan Setelah 70 Tahun di Bui

Global
Rusia Usir 10 Diplomat AS, Harus Keluar Paling Lambat 21 Mei

Rusia Usir 10 Diplomat AS, Harus Keluar Paling Lambat 21 Mei

Global
Presiden Chad Tewas Saat Perang, Anaknya Naik Memimpin Negara

Presiden Chad Tewas Saat Perang, Anaknya Naik Memimpin Negara

Global
Sejarah Tercipta, Robot NASA Sukses Membuat Oksigen di Mars

Sejarah Tercipta, Robot NASA Sukses Membuat Oksigen di Mars

Global
Misteri Tenggelamnya Kursk, Kecelakaan Kapal Selam Terparah Rusia Tewaskan 118 Kru

Misteri Tenggelamnya Kursk, Kecelakaan Kapal Selam Terparah Rusia Tewaskan 118 Kru

Internasional
Myanmar: Apa yang Bisa Diharapkan dari Pertemuan Pemimpin ASEAN

Myanmar: Apa yang Bisa Diharapkan dari Pertemuan Pemimpin ASEAN

Global
Australia Nyatakan Siap Bantu Indonesia Mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Australia Nyatakan Siap Bantu Indonesia Mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Global
Hotel yang Dihuni Dubes China Meledak di Pakistan

Hotel yang Dihuni Dubes China Meledak di Pakistan

Global
[POPULER GLOBAL] Dukungan untuk Ustaz Malaysia atas Kontroversi Foto | Klarifikasi Otoritas Terusan Suez atas Pembayaran Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given

[POPULER GLOBAL] Dukungan untuk Ustaz Malaysia atas Kontroversi Foto | Klarifikasi Otoritas Terusan Suez atas Pembayaran Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Amina, Pendekar Wanita dari Benua Hitam

[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Amina, Pendekar Wanita dari Benua Hitam

Internasional
Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Global
Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Global
komentar
Close Ads X