Diskriminasi ke Bisnis Makanan Asia Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 21/12/2020, 13:10 WIB
Bekas restoran China diubah menjadi ruang seniman di distrik Chinatown Los Angeles, Kamis (17/12/2020). AP PHOTO/ DAMIAN DOVARGANESBekas restoran China diubah menjadi ruang seniman di distrik Chinatown Los Angeles, Kamis (17/12/2020).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Ketika virus corona menyebar ke seluruh AS, intoleransi terhadap orang Asia-Amerika turut meningkat. Pasalnya virus Covid-19 ini diberitakan muncul pertama kali di China.

Laporan dari Stop AAPI Hate, sebuah koalisi kelompok advokasi Asia-Amerika pada Agustus lalu menyatakan, mereka menerima lebih dari 2.500 laporan ujaran kebencian dan diskriminasi di seluruh negeri.

Kelompok tersebut didirikan pada Maret, saat wabah virus corona mulai memburuk di AS. Mereka menerima data dari 47 negara bagian, dengan 46 persen insiden terjadi di California, diikuti dengan 14 persen di New York.

Selain itu, usaha kecil Asia-Amerika termasuk yang paling terpukul oleh penurunan ekonomi selama pandemi.

Secara keseluruhan aktivitas bisnis kecil di seluruh AS menurun sebesar 22 persen mulai Februari hingga April, tapi aktivitas pemilik bisnis Asia-Amerika turun 26 persen, menurut sebuah studi oleh National Bureau of Economic Research.

Baca juga: Sebut Covid-19 sebagai Virus China, Trump Banjir Kritikan di Twitter

“Banyak bisnis yang masih berdiri menjadi sasaran stigmatisasi,” kata Clarence Kwan, pencipta majalah masak anti-rasis Chinese Protest Recipes, melansir AP pada Minggu (20/12/2020).

“Terjadi vandalisme terhadap restoran. seakan pandemi belum cukup, ada ancaman tambahan bagi bisnis Asia dari kebencian yang masih ada, " tambahnya.

Pembicaraan tentang stigmatisasi makanan Asia mencapai puncaknya bulan ini setelah kontestan MasterChef: The Professionals, Philli Armitage-Mattin, menggunakan frase Dirty Food Refined dan tagar #prettydirtyfood di bio Instagram-nya, yang menggambarkannya sebagai spesialis makanan Asia.

"Pada tahun di mana komunitas China dan Asia Timur pada dasarnya disalahkan atas pandemi dan dihukum sebagai 'kotor', jenis narasi ini sama sekali tidak dapat diterima," tulis Kwan di Instagram.

Bio Instagram Armitage-Mattin telah diubah dan koki yang tinggal di London tersebut meminta maaf di Instagram. Dia juga bersikeras bahwa dia tidak pernah bermaksud menghina siapa pun.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

137 LSM dari 31 Negara Minta PBB Embargo Senjata ke Myanmar

137 LSM dari 31 Negara Minta PBB Embargo Senjata ke Myanmar

Global
Pesawat Jet Rusia Bombardir Posisi Militan ISIS di Wilayah Gurun Suriah

Pesawat Jet Rusia Bombardir Posisi Militan ISIS di Wilayah Gurun Suriah

Global
Sekitar 4.000 Kasus Infeksi Ulang Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

Sekitar 4.000 Kasus Infeksi Ulang Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

Global
Kritik Militernya, Kim Jong Un Nilai Tentaranya Kurang Disiplin

Kritik Militernya, Kim Jong Un Nilai Tentaranya Kurang Disiplin

Global
Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS adalah Perlawanan terhadap China

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS adalah Perlawanan terhadap China

Global
Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Global
2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
komentar
Close Ads X