Pembunuh Berantai "Twitter Killer" Ingin Menikah Dulu Sebelum Dieksekusi

Kompas.com - 20/12/2020, 14:50 WIB
Takahiro Shiraishi (tengah) terdakwa pembunuhan 9 orang yang dijuluki Twitter Killer, menutupi wajahnya saat dibawa ke pengadilan dari kantor polisi Tokyo, Jepang, 1 November 2017. STR/JIJI PRESS/AFPTakahiro Shiraishi (tengah) terdakwa pembunuhan 9 orang yang dijuluki Twitter Killer, menutupi wajahnya saat dibawa ke pengadilan dari kantor polisi Tokyo, Jepang, 1 November 2017.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang pria Jepang yang dijuluki "Twitter Killer" dan divonis hukuman mati, dilaporkan akan membatalkan banding terhadap putusan tersebut dan ingin menikah dulu sebelum dieksekusi.

Takahiro Shiraishi, nama asli "Twitter Killer", dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan 9 orang dan memutilasi korbannya.

Ia menjalankan aksi kejinya setelah berbicara dengan korban di media sosial.

Baca juga: Pengakuan Twitter Killer, Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Target Shiraishi adalah pengguna internet yang mengunggah niatan bunuh diri di media sosial.

Dia lalu menghubungi mereka, mengatakan bisa membantu rencana bunuh diri bahkan ikut mati bersama mereka.

Pria berusia 30 tahun itu mengaku telah membunuh dan memutilasi para korbannya yang berusia muda, 8 di antaranya adalah wanita.

Baca juga: Bunuh dan Mutilasi 9 Orang, Pria Berjuluk Pembunuh Twitter Ini Dihukum Mati

Pengacaranya sudah mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi, tetapi Shirashi menuturkan ke Mainichi Shimbun, dia akan membatalkan upaya tersebut.

Shiraishi sendiri sudah mendekam di balik jeruji besi sejak penangkapannya tiga tahun lalu.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Global
Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Global
Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X