Gagal Gulingkan PM Malaysia Muhyiddin, Posisi Anwar Ibrahim Goyah

Kompas.com - 19/12/2020, 11:36 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim ReutersPerdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim

PUTRAJAYA, KOMPAS.com – Krisis politik yang terjadi sepanjang 2020 di Malaysia terus menggelayut dengan pertanyaan, apakah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin bisa terus mempertahankan kekuasaannya.

Penyebabnya adalah mayoritas sangat tipis yang dimiliki Muhyiddin di parlemen Malaysia. Koalisi Perikatan Nasional pimpinan PM berusia 73 tahun itu hanya mengontrol 113 berbanding 109 kursi Dewan Rakyat.

Ketidakpastian itu akhirnya berakhir pekan ini setelah Muhyiddin berhasil meloloskan anggaran belanja negara dengan dukungan 111 parlementarian.

Baca juga: Anwar Ibrahim Minta Satu Minggu Lagi untuk Buktikan Suara Mayoritas

Hanya seorang anggota parlemen dari koalisi berkuasa yang memilih abstain, yaitu politisi senior Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Tengku Razaleigh Hamzah.

Sebanyak 91 anggota koalisi oposisi Pakatan Harapan pimpinan Anwar Ibrahim dan 17 oposisi lain dari sejumlah partai, termasuk partai regional Warisan dari Sabah dan Partai Pejuang pimpinan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menolak mendukung anggaran yang diajukan Muhyiddin.

Adapun 2 kursi Dewan Rakyat saat ini kosong karena meninggalnya parlementarian bersangkutan.

Pukulan telak untuk Anwar Ibrahim

Kemenangan Muhyiddin sekaligus juga adalah pukulan telak bagi Anwar, yang mengeklaim September lalu punya mayoritas besar dan meyakinkan untuk menjatuhkan perdana menteri ke-8 Malaysia itu.

Namun seiring berjalannya waktu, bahkan setelah beraudiensi dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah, Anwar sejauh ini tidak kunjung dapat membuktikan ucapannya untuk membentuk pemerintahan baru.

Baca juga: Mahathir: Anwar Ibrahim Bakal Jadi PM Malaysia jika Pakatan Harapan Mendukung Saya

Anggota parlemen dari dapil Port Dickson itu kerap memberi sinyal bahwa dia telah mengamankan dukungan dari belasan hingga puluhan parlementarian UMNO yang membelot karena tidak mendukung Muhyiddin.

Nama-nama yang muncul adalah Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi dan mantan Perdana Menteri Najib Razak. Kedua politisi ini seperti diketahui sedang terbelit sejumlah kasus korupsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

Global
[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

Global
Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Internasional
20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X