Paus Fransiskus Ulang Tahun Ke-84, Dirayakan dengan Berdoa dan Bagi-bagi Makanan

Kompas.com - 18/12/2020, 07:03 WIB
Paus Fransiskus menyapa umatnya di audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (26/2/2020). Remo Casilli/REUTERSPaus Fransiskus menyapa umatnya di audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (26/2/2020).

VATIKAN, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Roma sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Fransiskus, pada Kamis (17/12/2020) genap berusia 84 tahun.

Pria yang lahir di Argentina, 17 Desember 1936, itu mendapatkan banyak ucapan dan doa.

Melansir Vatican News pada Kamis (17/12/2020), salah satu orang yang menyampaikan ucapan selamat adalah Presiden Italia Sergio Mattarella.

Baca juga: Tahun Depan, Paus Fransiskus Berencana Kunjungi Irak

Mattarella juga berterima kasih kepada sang Paus atas "partisipasi dan solidaritas" yang telah ditunjukkan kepada orang Italia pada tahun ini.

Mattarella menggambarkan tahun ini penuh ketidakpastian dan ketakutan.

Baca juga: Paus Fransiskus Kunjungi dan Cium Tangan Eks Paus Benediktus XVI

Paus dengan nama lengkap Jorge Mario Bergoglio itu juga mendapatkan salam ekumenis dari Uskup Agung Justin Welby untuk wilayah Canterbury, Inggris.

"Selamat ulang tahun untuk teman dan saudara terkasih dalam Kristus, Paus Fransiskus. Terima kasih atas kepemimpinan Anda yang menyenangkan dan rendah hati yang bersaksi tentang kasih Yesus Kristus," ujar pemimpin utama Persekutuan Anglikan itu melalui Twitter.

Baca juga: Akun Instagram Paus Fransiskus Klik Tanda Suka pada Seorang Model, Vatikan Lakukan Penyelidikan Internal

Perayaan sederhana

Direktur Kantor Pers Takhta Suci Matteo Bruni mengatakan, pada hari ulang tahun Paus ke-266 itu, dia menghabiskan hari yang tenang dan sederhana dalam doa.

Dikabarkan oleh Bruni bahwa Paus juga melakukan bagi-bagi makanan, seperti yang selalu dilakukannya dengan penduduk lain di Casa Santa Marta.

Bruni juga mengatakan bahwa melalui almoner kepausan, kaum miskin Kota Roma telah mengirimkan bunga matahari untuk menghiasi Kapel Sakramen Mahakudus di Casa Santa Marta.

Baca juga: Paus Fransiskus Samakan Aborsi dengan Sewa Pembunuh Bayaran

“Sebagai pengingat akan perlunya selalu mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan yang hadir kepada yang terlemah," ucapnya menjelaskan pemberian kaum miskin.

Dia menambahkan bahwa Kamis (17/12/2020), Paus mengirim hadiah empat alat bantu pernapasan ke Venezuela sebagai tanda kedekatan dengan anak-anak penderita penyakit paru-paru.

Baca juga: Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Orang Tewas dalam Sehari di Myanmar, Begini Respons Dunia

18 Orang Tewas dalam Sehari di Myanmar, Begini Respons Dunia

Global
Eks Menlu AS Klaim Banyak Orang Arab Saudi Ingin Damai dengan Israel

Eks Menlu AS Klaim Banyak Orang Arab Saudi Ingin Damai dengan Israel

Global
Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Global
Demo Thailand Makin Ricuh, Polisi Bentrok dan Tembaki Massa

Demo Thailand Makin Ricuh, Polisi Bentrok dan Tembaki Massa

Global
Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Global
Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Global
Berbaju Seperti 'Pakaian Dalam' Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Global
Hari Paling Berdarah sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Hari Paling Berdarah sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Junta Militer Myanmar Keluarkan Ancaman | Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Junta Militer Myanmar Keluarkan Ancaman | Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih

Global
Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Global
Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Global
Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Global
Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Global
Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Global
Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak 'Tutup Mata' dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak "Tutup Mata" dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Global
komentar
Close Ads X