PM Armenia Nikol Pashinyan Tolak Turun Jabatan, Oposisi Siap Gelar Pemogokan Nasional

Kompas.com - 17/12/2020, 16:39 WIB
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinian berhenti sejenak saat berbicara di parlemen Armenia di Yerevan, Armenia, Minggu, 27 September 2020. Pashinian pada hari Minggu mengatakan negara dapat memeriksa kembali apakah akan mengakui Nagorny-Karabakh sebagai negara independen. Langkah seperti itu kemungkinan besar akan menghalangi negosiasi lebih lanjut. AP/Tigran MehrabyanPerdana Menteri Armenia Nikol Pashinian berhenti sejenak saat berbicara di parlemen Armenia di Yerevan, Armenia, Minggu, 27 September 2020. Pashinian pada hari Minggu mengatakan negara dapat memeriksa kembali apakah akan mengakui Nagorny-Karabakh sebagai negara independen. Langkah seperti itu kemungkinan besar akan menghalangi negosiasi lebih lanjut.

YEREVAN, KOMPAS.com - Pihak oposisi Armenia terus tekan Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk turun jabatan dan pada Rabu (16/12/2020) menyerukan akan melakukan aksi pemogokan nasional pada 22 Desember. 

Para pemimpin menyerukan untuk seluruh pendukungnya bergabung dalam aksi pemogokan nasional tersebut. 

Pashinyan oleh oposisi dianggap telah mengacaukan konflik negerinya dengan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Baca juga: Azerbaijan dan Armenia Mulai Bertukar Tahanan Perang

Pada Mei 2018, Pashinyan berhasil merebut kekuasaan di wilayah sengketa dalam revolusi damai.

Namun pada November 2020, ia telah menerima kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri konflik berdarah antara Azeri dan pasukan etnis Armenia di daerah kantong Nagorno-Karabkh dan sekitarnya.

Langkahnya itu memicu protes massa di Yerevan karena justru mengunci keuntungan teritorial untuk Azerbaijan.

Baca juga: Azerbaijan-Armenia Adu Tembak Lagi di Nagorno-Karabakh, 4 Tentara Tewas

Pashinyan menerima tanggung jawab atas hasil konflik, tetapi menolak untuk mengundurkan diri, mengabaikan tenggat waktu yang ditetapkan oleh para pengkritiknya untuk mundur pada awal bulan ini.

Ratusan pihak dari oposisi telah melakukan aksi protes di Yerevan dan meneriakkan pengunduran dirinya saat tenggat waktu sudah berlalu pada pekan lalu.

Baca juga: [KALEIDOSKOP 2020] Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh dan Senjata yang Dipakai

Mereka telah menyerukan agar pemilihan umum diadakan dan juga mengajukan kemungkinan pemimpin sementara untuk menggantikan Pashinyan, seperti yang dilansir dari Reuters pada Kamis (17/12/2020).

"...Kami akan terus mengumpulkan kekuatan, sehingga pada Selasa (22 Desember) menjadi penentu," seru Ishkhan Saghatelyan, salah satu pemimpin oposisi, mengatakan kepada para pendukungnya pada rapat umum di Yerevan, di mana dia mengumumkan rencana pemogokan.

Baca juga: Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Pada Rabu (16/12/2020), Pashinyan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan RFE/RL bahwa dia tidak berhak untuk mengadakan pemilihan cepat dan bahwa langkah seperti itu harus disetujui dengan partai parlemen lainnya.

Dia mengatakan pasukan oposisi yang mengkritik dia atas kesepakatan gencatan senjata adalah faksi yang sama yang menuntut pengunduran dirinya pada Desember tahun lalu.

“Intinya selama ini tidak ada yang berubah,” ujar Pashinyan.

Baca juga: Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Petani Kecil Lebanon Ramai-ramai Beralih Tanam Ganja di Tengah Krisis Ekonomi

Global
Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Pekerja Medis Jalankan Prosedur Suntik Pantat Sambil Sidang Virtual, Pasiennya Terekspos

Global
Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Predator Seksual Dorong Istri ke Tebing Saat Bulan Madu di Bali

Global
[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

[Sejarah Islam] Perjalanan Unta dari Andalan Transportasi hingga Jadi Ikon Bangsa

Global
139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

139 Petugas Medis di Myanmar Hadapi Ancaman Penjara Junta Militer

Global
Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Nelayan Inggris Temukan Lobster Biru Langka, 1 dari 2 Juta Kemungkinan

Global
Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Derek Chauvin Dijebloskan ke Sel Keamanan Maksimum, 23 Jam Diisolasi

Global
Kisah Gado-gado yang Jadi 'Raja Salad' di Ibu Kota Finlandia...

Kisah Gado-gado yang Jadi "Raja Salad" di Ibu Kota Finlandia...

Global
Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Global
Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Global
Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Ada Patung Wanita Menyusui Ibu Mertua, Taman di China Banjir Kritikan

Global
Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Video Viral Pengemudi Tesla Marah-marah karena Rem Blong dan Hampir Tewas

Global
Penampakan 'Bayi Dinosaurus' Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Penampakan "Bayi Dinosaurus" Berlari di Halaman Rumah Tertangkap Kamera

Global
Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Akan Kubur Celana Dalam

Global
Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Kisah Terlupakan 6 Orang China Saksi Hidup Titanic Dibuatkan Film Dokumenter

Global
komentar
Close Ads X