Kecelakaan Kereta Tewaskan Banyak Pasukan Militer Korea Utara, Korea Selatan Dicurigai Dalangnya

Kompas.com - 16/12/2020, 19:15 WIB
Kereta api ini diyakini membawa mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il ke China pada Agustus 2010. (AP Photo via CNN) Kereta api ini diyakini membawa mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il ke China pada Agustus 2010. (AP Photo via CNN)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Kementerian Keamanan Negara Korea Utara mencurigai kecelakaan kereta yang terjadi pada 15 November lalu dan menewaskan 600 orang disebabkan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan.

Pada 15 November, sebuah kereta dilaporkan tergelincir di Provinsi Chagang, Korea Utara, antara stasiun Pusong dan Hoichon.

Sedikitnya 140 personel militer tewas dan lebih dari 230 lainnya cedera dalam kecelakaan itu, termasuk seorang kolonel senior dan kepala departemen politik di akademi militer.

Melansir Express pada Selasa (15/12/2020), Kementerian Keamanan Negara Korea Utara mengklaim mata-mata yang dipekerjakan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan dimungkinkan berada di balik kecelakaan itu, meskipun ini belum dikonfirmasi.

Sementara, beberapa warga setempat khawatir mungkin ada alasan lain di balik kecelakaan itu.

Orang-orang juga meyakini "bukan kebetulan bahwa ada kecelakaan mendadak di jalur yang biasa digunakan oleh kereta dari Pyongyang ke Manpo".

Baca juga: Korea Utara Dikabarkan Beli Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia

Seorang sumber mengatakan kepada Daily NK, "Ada kerugian besar di gerbong nomor 5, yang berisi petugas penghubung yang dikirim dari atas untuk menyampaikan perintah pelatihan, pasukan komunikasi yang membawa surat militer setiap harinya."

Saat itu "personel kembali ke unit mereka sebelum dimulainya musim dingin pelatihan pada Desember".

Korban yang tewas termasuk komandan departemen teknis dari komando distrik di Provinsi Chagang, seorang kolonel senior berusia 56 tahun dan kepala departemen politik Akademi Militer Lee Jae Sun, seorang kolonel berusia 55 tahun.

"Dengan banyaknya perwira dan tentara yang terbunuh atau terluka saat menjalankan tugas resminya, pihak berwenang dilaporkan menganggap tergelincirnya kereta adalah masalah nasional," ujar sumber tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
komentar
Close Ads X