Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncul Kabar Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel, Kemenlu Langsung Membantah

Kompas.com - 16/12/2020, 13:27 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah laporan sejumlah media yang menyebutkan bahwa Israel akan membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menegaskan kepada BBC News Indonesia, tidak ada kontak dengan Israel terkait masalah tersebut.

Laporan kemungkinan normalisasi hubungan Israel-Indonesia muncul setelah lima negara memutuskan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko resmi menjalin hubungan dengan Israel.

Hal yang terbaru, langkah ini diambil oleh kerajaan di Himalaya, Bhutan, yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, sebagai meluasnya pengakuan Israel.

Baca juga: Mengapa Negara-negara Arab Kini secara Resmi Mengakui Israel?

"Pembukaan hubungan resmi dengan kerajaan Bhutan menandai babak baru hubungan Israel dengan Asia," kata Ashkenazi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pihaknya sedang menjalin kontak dengan sejumlah negara yang ingin memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Perkembangan ini memunculkan analisis bahwa beberapa negara juga akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Arab Saudi, Oman, dan negara-negara di Asia, yang secara tradisional menentang Israel, seperti Indonesia, menurut laporan yang diturunkan surat kabar Inggris, The Guardian.

Namun, Kementerian Luar Negeri Indonesia menolak analisis ini.

"Kemenlu tidak pernah berhubungan dengan Israel," kata Faizasyah kepada BBC News Indonesia pada Selasa (15/12/2020) saat ditanya apakah ada pendekatan dari Israel untuk membuka hubungan diplomatik dengan Jakarta.

Baca juga: PM Israel Pilih Kepala Dinas Rahasia Mossad yang Baru, Inisialnya D

Faizasyah menjelaskan, terkait isu Palestina, Kemenlu menjalankan politik luar negeri Indonesia sesuai dengan amanat konstitusi.

Dia juga mengatakan, amanat konstitusi tersebut dijalankan secara konsisten.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Indonesia secara penuh mendukung Palestina untuk merdeka karena merdeka adalah hak segala bangsa.

Di sisi lain, Palestina menentang normalisasi hubungan negara Arab-Israel dan menyebutnya sebagai pengkhianatan.

Selain The Guardian, koran Israel The Jerusalem Post juga mengangkat analisis tentang kemungkinan Indonesia dan Oman membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Pria 98 Tahun Diyakini Jadi Donor Organ Tertua di AS

Pria 98 Tahun Diyakini Jadi Donor Organ Tertua di AS

Global
Hezbollah Luncurkan 250 Roket ke Israel Usai Komandannya Tewas, Terbanyak sejak Oktober

Hezbollah Luncurkan 250 Roket ke Israel Usai Komandannya Tewas, Terbanyak sejak Oktober

Global
Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Internasional
Bentrokan di Argentina karena Upaya Reformasi Presiden

Bentrokan di Argentina karena Upaya Reformasi Presiden

Global
Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Global
Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Global
Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Global
Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Global
Penggalian Pompeii Temukan 'Ruang Biru' yang Diyakini Kuil Kuno

Penggalian Pompeii Temukan "Ruang Biru" yang Diyakini Kuil Kuno

Global
Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Global
Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Global
NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

Global
Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Global
Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com