Perempuan Berdaya: Suhaila Siddiq Jenderal Perempuan Taliban Pertama, Bekerja Tanpa Burka

Kompas.com - 16/12/2020, 11:27 WIB
Suhaila Siddiq, perempuan berpengaruh yang menjabat sebagai menteri kesehatan Afghanistan pada 6 Desember 2001. Suhaila adalah salah satu dari 30 anggota pemerintahan masa transisi. SAID MOHAMMAD AZAM/AFPSuhaila Siddiq, perempuan berpengaruh yang menjabat sebagai menteri kesehatan Afghanistan pada 6 Desember 2001. Suhaila adalah salah satu dari 30 anggota pemerintahan masa transisi.

KOMPAS.com - Suhaila Siddiq, perempuan berdaya dari Afghanistan pertama yang menduduki posisi sebagai letnan jenderal dan seorang ahli bedah terkenal yang menjadi panutan feminis yang mendapatkan hak istimewa dari Taliban.

Suhaila Siddiq lahir pada 1948 di ibu kota Afghanistan, Kabul, dari sebuah keluarga berada.

Ia adalah salah satu dari enam putri mantan gubernur Kandahar yang mendukung pendidikan putrinya.

Siddiq bersekolah di SMA dan Universitas Kabul pada tahun-tahun awal Perang Dingin, menurut catatan New York Post.

Dia belajar kedokteran dan menyelesaikan pelatihan medisnya di Moskwa dengan beasiswa, sebelum kembali ke Afghanistan untuk bekerja sebagai ahli bedah di rumah sakit militer Daud Khan pada tahun-tahun sebelum invasi Soviet.

Mengutip dari BBC, Siddiq menjadi terkenal selama era Soviet, ketika dia dianugerahi gelar "jenderal" oleh pemerintah pro-Moskwa.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Isabel Myers dan Katherine Cook Brigg, Ibu dan Anak Pencipta Tes MBTI

Segera ia dikenal luas di negara itu dengan nama "Jenderal Suhaila", dan memiliki reputasi sebagai ahli bedah yang paling dihormati di negara itu.

Promosi jabatan itu didapatnya setelah menyelamatkan ratusan tentara dan warga sipil yang terluka, mengutip dari New York Post.

Dia memainkan peran kunci dalam menjaga rumah sakit militer Daud Khan tetap berjalan pada 1990-an, ketika serangan demi serangan roket menewaskan dan melukai ribuan orang.

Masa-masa sulit selama Perang Dingin, invasi Soviet ke Afghanistan, perang saudara yang panjang, dan tahun-tahun pemerintahan yang keras oleh Taliban, ia tetap bertahan menjalankan rumah sakit militer Daud Khan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X