Mata-mata Rusia Sudah Lama Buntuti Pimpinan Oposisi Alexey Navalny Sebelum Diracun

Kompas.com - 16/12/2020, 10:15 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny bersama istrinya, Yulia Navalnaya, dan tim medis berpose di Rumah Sakit Charite, Berlin, jerman. Navalny dilaporkan berniat kembali ke Rusia setelah pada 20 Agustus lalu, dia diduga diracun dengan racun saraf Novichok. Instagram/@Navalny via BBCPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny bersama istrinya, Yulia Navalnaya, dan tim medis berpose di Rumah Sakit Charite, Berlin, jerman. Navalny dilaporkan berniat kembali ke Rusia setelah pada 20 Agustus lalu, dia diduga diracun dengan racun saraf Novichok.

BERLIN, KOMPAS.com - Hasil investigasi gabungan menemukan, pimpinan oposisi Rusia, Alexey Navalny sudah dibuntuti tim FSB Rusia sejak tahun 2017. FSB di Rusia merupakan penerus pasukan polisi rahasia Uni Soviet, KGB.

Navalny adalah lawan bebuyutan bagi Presiden Vladimir Putin selama hampir satu dekade. Ia telah fokus pada pengungkapan korupsi di antara hierarki dan oligarki Rusia.

Agenda itu semakin aktif Navalnya dan tim lakukan sejak tidak diberi kesempatan untuk mencalonkan diri melawan Putin dalam pemilihan presiden 2018.

Ia juga mendorong pemungutan suara taktis dalam pemilihan daerah melawan partai yang memerintah, Partai Rusia Bersatu.

Melansir CNN pada Senin (14/12/2020), dari investigasi yang dilakukan Bellingcat dan CNN ditemukan bahwa tim racun FSB terdiri dari enam hingga 10 agen. Semua termasuk dokter, ahli toksikologi, dan paramedis yang kompeten.

Mata-mata FSB yang membuntuti Navalny berusia akhir 30-an dan 40-an. Mereka biasanya melakukan perjalanan dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Diduga Diracun dengan Racun Saraf Novichok

Ketika melacak Navalry, mereka akan menggunakan penerbangan paralel dan telepon burner.

Unit mereka berbasis di sebuah kompleks markas berwarna krem yang mencolok di Jalan Akademika Vargi di pinggiran barat daya Moskwa, markas besar Institut Kriminalistik FSB.

Kelompok itu kadang bekerja di kompleks lain yang lebih aman di tepi timur Moskwa.

Unit ini dipimpin langsung oleh Stanislav Makshakov. Menurut catatan publik, dia memegang hak paten terkait gas mustard.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

Global
Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Global
Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Global
Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Global
Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Global
Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Global
Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Global
Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Global
Ustaz Malaysia Dikecam karena Foto Bareng Selebgram Seksi, Ini Pembelaannya

Ustaz Malaysia Dikecam karena Foto Bareng Selebgram Seksi, Ini Pembelaannya

Global
Derek Chauvin Diputus Bersalah atas Pembunuhan George Floyd

Derek Chauvin Diputus Bersalah atas Pembunuhan George Floyd

Global
Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Depan Perang

Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Depan Perang

Global
[POPULER GLOBAL] Ustaz Foto Bareng Selebgram Seksi | Pangeran Willian Diinginkan Publik Gantikan Ratu Elizabeth II

[POPULER GLOBAL] Ustaz Foto Bareng Selebgram Seksi | Pangeran Willian Diinginkan Publik Gantikan Ratu Elizabeth II

Global
Otoritas Terusan Suez Bantah Klaim Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given Belum Dapat Uang Lembur dan Bonus

Otoritas Terusan Suez Bantah Klaim Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given Belum Dapat Uang Lembur dan Bonus

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Osama bin Laden, Ekstremis Pendiri Al-Qaeda

[Biografi Tokoh Dunia] Osama bin Laden, Ekstremis Pendiri Al-Qaeda

Internasional
komentar
Close Ads X