2 Kawan Trump, Presiden Brasil dan Presiden Meksiko, Akhirnya Ucapkan Selamat ke Biden

Kompas.com - 16/12/2020, 08:21 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020. Joedson Alves/EPA-EFEPresiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020.

BRASILIA, KOMPAS.com – Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberikan ucapan selamat kepada Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden karena secara resmi menang dalam pilpres AS 2020.

Ucapan selamat dari Bolsonaro, yang merupakan kawan Presiden AS Donald Trump, diucapkan lebih dari sebulan sejak Biden diproyeksikan memenangi pilpres AS pada 3 November.

Bolsonaro mengatakan bahwa dia siap untuk bekerja sama dengan Biden sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (16/12/2020).

Dengan demikian, Bolsonaro menjadi pemimpin negara anggota G20 terakhir yang memberikan ucapan selamat kepada Biden.

Baca juga: Joe Biden Nominasikan Mantan Rivalnya Sebagai Menteri Transportasi AS

"Selamat kepada Joe Biden, dengan harapan terbaik saya dan harapan agar AS terus menjadi tanah kebebasan dan rumah bagi yang berani," kata Bolsonaro di Twitter.

Ketika banyak pemimpin negara memberi selamat kepada Biden setelah pilpres AS berakhir, Bolsonaro tetap diam.

Sebelumnya, dia secara terbuka mendukung Trump dalam pilpres AS, dan bahkan berbicara akan menghadiri pelantikan Trump.

Sebelumnya Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador akhirnya juga mengucapkan selamat kepada Biden atas kemenangannya dalam pilpres AS.

Baca juga: Biden Akan Disuntik Vaksin Covid-19 di Depan Umum

Ucapa selamat tersebut dilontarkannya pada Selasa (15/12/2020) pagi waktu setempat sebagaimana dilansir dari Bernama.

Selain mengucapkan selamat, Lopez Obrador juga menyerukan kerja sama yang lebih besar dalam masalah migran antara AS dengan Meksiko.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
komentar
Close Ads X