China Peringati Pembantaian dan Pemerkosaan Nanjing oleh Jepang Tahun 1937

Kompas.com - 14/12/2020, 12:46 WIB
NANJING, 13 Desember, 2020 (Xinhua) -- Sejumlah orang ambil bagian dalam acara penyalaan lilin untuk mengenang para korban Pembantaian Nanjing di hari peringatan nasional ketujuh di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur, pada 13 Desember 2020. Xinhua/Li BoNANJING, 13 Desember, 2020 (Xinhua) -- Sejumlah orang ambil bagian dalam acara penyalaan lilin untuk mengenang para korban Pembantaian Nanjing di hari peringatan nasional ketujuh di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur, pada 13 Desember 2020.

NANJING, KOMPAS.com - Sejumlah warga China berpartisipasi dalam acara penyalaan lilin untuk mengenang para korban Pembantaian Nanjing oleh tentara Jepang, Minggu (13/12/2020).

Melansir Xinhua News, peringatan itu dilaksanakan di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur.

Baca juga: Peringati 80 Tahun Pembantaian Nanjing, Presiden Xi Tak Berkomentar

Dikutip dari the Massacre in History (1999), Pembantaian Nanking atau ejaan sekarang, Nanjing, dikenal juga dengan pemerkosaan Nanjing adalah pembunuhan dan perkosaan massal yang dilakukan oleh tentara Jepang terhadap penduduk Nanjing selama Perang China-Jepang II.

Selama periode tersebut, antara 40.000 sampai lebih dari 300.000 warga sipil China dilucuti, diperkosa dan dibunuh oleh tentara Jepang.

Melansir BBC Indonesia, China sudah menyampaikan protes secara resmi kepada pemerintah Jepang setelah salah seorang wali kota di Jepang membantah pasukan Jepang melakukan pembunuhan massal di Nanjing pada 13 Desember 1937.

Baca juga: China Bangun Rumah Pembuangan Bayi di Nanjing

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam bantahan atas pembunuhan massal oleh wali kota Nagoya, China sudah mengungkapkan posisi yang sungguh-sungguh dan menyampaikan keluhan yang serius kepada Jepang," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Hong Lei dikutip AFP.

Tragedi Nanjing masih membayangi hubungan kedua negara, China dan Jepang. Pada 2005, serangkaian aksi demonstrasi marak di China ketika Perdana Menteri Jepang saat itu, Junchiro Koizumi berkunjung ke Kuil Yasukuni yang dianggap pemerintah China dan negara Asia lain sebagai lambang penghormatan kepada para penjahat perang.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Luncurkan Shenzhou-12, Kirim 3 Astronot ke Luar Angkasa

China Luncurkan Shenzhou-12, Kirim 3 Astronot ke Luar Angkasa

Global
Gedung Putih Bantah Biden Mengangguk Setuju Saat Ditanya Apakah Dia Percaya Putin

Gedung Putih Bantah Biden Mengangguk Setuju Saat Ditanya Apakah Dia Percaya Putin

Global
Foto Viral Pemuda Gendong Kakeknya Turuni Bukit untuk Divaksinasi

Foto Viral Pemuda Gendong Kakeknya Turuni Bukit untuk Divaksinasi

Global
10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Perkasa

10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Perkasa

Internasional
Fakta Unik dan Bersejarah di Balik Ruang Pertemuan Biden dan Putin

Fakta Unik dan Bersejarah di Balik Ruang Pertemuan Biden dan Putin

Global
Bunuh Anak-anak, 3 Pria Yaman Dieksekusi di Depan Publik

Bunuh Anak-anak, 3 Pria Yaman Dieksekusi di Depan Publik

Global
Akhirnya Bertemu, Biden: Hal Terakhir yang Diinginkan Putin adalah Perang Dingin

Akhirnya Bertemu, Biden: Hal Terakhir yang Diinginkan Putin adalah Perang Dingin

Global
Berkelahi Kena Dua Pukulan, Pria Ini Balas dengan Lempar Granat

Berkelahi Kena Dua Pukulan, Pria Ini Balas dengan Lempar Granat

Global
Dituduh Abaikan Aturan Baru India, Twitter Kini Bisa Dituntut karena Unggahan Penggunanya

Dituduh Abaikan Aturan Baru India, Twitter Kini Bisa Dituntut karena Unggahan Penggunanya

Global
Setelah Bertemu, Putin Akui Biden Orang yang Berpengalaman

Setelah Bertemu, Putin Akui Biden Orang yang Berpengalaman

Global
Biden dan Putin Akhirnya Bertemu, Saling Lempar Nada Positif

Biden dan Putin Akhirnya Bertemu, Saling Lempar Nada Positif

Global
Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Internasional
POPULER GLOBAL: China Sindir G7 Lewat Lukisan Parodi Perjamuan Terakhir, Orang Miskin Filipina Makan 'Pagpag' dari Tempat Sampah

POPULER GLOBAL: China Sindir G7 Lewat Lukisan Parodi Perjamuan Terakhir, Orang Miskin Filipina Makan "Pagpag" dari Tempat Sampah

Global
Aktivis Greenpeace yang Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman Beruntung Tak Ditembak Sniper

Aktivis Greenpeace yang Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman Beruntung Tak Ditembak Sniper

Global
Lukai 2 Orang saat Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman, Greenpeace Minta Maaf

Lukai 2 Orang saat Mendarat di Laga Perancis Vs Jerman, Greenpeace Minta Maaf

Global
komentar
Close Ads X